Pages

clock

calendar


Riasa Rizky. Powered by Blogger.

Total Pageviews

Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Wednesday, 1 December 2021

Uang koin

 Bismillahirahmanirohim


Beberapa bulan yang lalu, umma suka nabung uang koin sisa jajan anak anak. Awalnya uang koin di simpen di dompet kecil, lama lama dompet penuh.  Karena belum sempat beli celengan, jadilah bekas kotak madu yang sebelumnya di beri lobang dan di cuci jadi tempat penyimpanan. 





Setelah kurang lebih 3 bulan menabung, akhirnya baru sempat beli celengan. Tapi pas di buka, mau dipindahin, uang koin yang total kurang lebih 50 rb itu, jadi hitam seperti berjamur, berkerak di pecahan 100, 200 dan 500. Hampir ga kebaca baik nominal maupun gambar timbulnya.


Akhirnya, ikhtiar di rendem dengan bayclean semalem lalu di sikat tapi tetap ga ngaruh. Kalau di amplas gambar timbul akan terkikis. Yasudah, jadi pengalaman. Mungkin karena waktu pengeringan box nya belum terlalu kering sudah dipakai, jadi uang berjamur.


Yaa begitulah bahan import yang dipakai untuk produksi uang tersebut. Jika baca baca literatur sejarah Rasanya berbeda ya, dengan kualitas uang koin jaman dahulu bahkan sebelum tekhnologi berkembang.


Tahun 2020 di daerah aceh di temukan uang koin kerajaan islam yang menurut manuscript, digunakan pada abad 1 Hijriyah/7 masehi, koin tersebut di temukan di kedalaman 2,5 meter di pesisir pantai barat Sumatra. Melalui koin ini sejarah tercerahkan bahwa islam hadir di indonesia sudah dari abad 1 Hijriyah. Adakah masih ingat di pelajaran sekolah, kita di ajarkan pada tahun berapa islam masuk indonesia ? 


Maa sya allah melalui koin yang kita sebut "receh" sekarang sejarah bisa membuka cakrawala kelam sejarah yang tertutup.



Bentuk koin masih bagus meski terkubur dalam kawasan lembab pesisir selama berabad tahun karena bahan baku nya berkualitas tinggi. Berbeda sekali ya, dengan uang koin hasil tabungan umma kemarin.


#ChallengeMenulis

#OneDayOneStory

#KOBBE3

#Day1

Read more...
separador

Wednesday, 26 July 2017

Pecahan Konsep Kegemilangan Islam (1)



Tidak dapat dipungkiri tinta sejarah menulis kegemilangan islam pada masa lampau bagaikan sinar mentari dalam pekat nya malam. Berbagai konsep telah ada dan menjadi begitu sempurna ketika syariat menjadi tumpuan. Zaman kegemilangan islam dimulai dari turunya al quran melalui jibril. Sumber kegemilangan tersebut terus merambat melintasi zaman sampai berhenti di tahun 1924.
Hingga kita sampai pada zaman yang rosul bertutur sebagai zaman dimana penguasa dzholim berkuasa. Rosul berkata bahwa sebaik baik nya pemimpin adalah mereka mencintai rakyatnya dan rakyat pun mencintai nya. 

Namun apa yang terjadi pada hari ini ?

Bagaimana kondisi pendidikan negeri kita ?

Bagaimana kondisi kemakmuran indonesia ?

Apakah kondisi perpolitikan kita menghasilkan output yang efektif bagi masyarakat atau sebaliknya dimana korupsi,nepotisme, perpecahan dan masalah masalah yang malah menjerat masyarakat secara perlahan dan menimbulkan apatis.


      Pada fakta nya bukan apatislah yang harus di khwatirkan tetapi murka allah terhadap negeri ini dan dibinasakan semuanya. Apakah ancaman allah itu hanya senda gurau ?


Sungguh umat muslim merasa rindu dengan kejayaan, kondisi negeri islam pada zaman dahulu. Dimana hanya konsep dan syariat islam lah yang di hidupkan, di suburkan bukan konsep yang di import dari negeri sebrang yang bahkan sangat bertentangan dengan syariat. Islam turun sebagai rahmatan lil alamin. Ajaran dan konsep nya pun sungguh luar biasa. Sampai pada jaman keemasanya konsep islam banyak dijiplak, dicontek, dimodifikasi oleh negeri barat.


Salah satu konsep rumah sakit modern yang bahkan belum bisa mendekati tinggi nya standart konsep rumah sakit di masa lalu. Yap.. Rumah sakit modern saat ini dengan segala tekhnologinya belum bisa menyaingi bahkan mendekati kualitas konsep rumah sakit yang didirikan oleh khilafah islamiyah.


Di barat kita mengenal rumah sakit dengan istilah hospital. Kata hospital berasal dari kata hospitality yang arti nya (keramahan). Dulu sejarahnya hospital adalah rumah disamping gereja-gereja yang bertujuan untuk menerima tamu. maka kita dapati saat menerima tamu kita diwajibkan untuk beramah-tamah dan dari sifat inilah kita kenal istilah hospital atau keramah-tamahan. Namun disatu sisi sebenarnya mereka tidak mengerti bagaimana merawat orang sakit.


 Di indonesia sendiri kita mengenal istilah rumah sakit. Rumah sakit terdiri dari dua kata, rumah yang berarti kata benda dan sakit yang berarti kata sifat. Dalam analogi lain misalnya dalam kata ‘Piring Bersih’ kita sepakat bahwa piring kata benda dan bersih adalah kata sifat yang menandakan bahwa piring itu bersih dan tidak kotor. Sedangakan Rumah Sakit adalah istilah bahwa rumah tersebut lah yang sakit. Maka benar hari ini orang datang berobat berangkat dari rumah sehat dan setelah selesai dengan banyaknya beban biaya rumah sakit pembelian obat dan lain sebagainya maka setelah pulang dari tempat tersebut menjadi pusing dan dan sakit, sakit memikirkan banyaknya beban tanggungan.


Konsep besar islam dengan segi penamaanya saja kita tau bahwa islam mempunyai sejarah besar dalam pembentukan peradaban ini. Bimaristan itulah konsep rumah sakit islam. Bimaristan adalah berasal dari Persia, Bimar berarti orang sakit dan stan berarti lokasi atau tempat ini menunjukan arti bahwa Bimaristan adalah tempat untuk mengobati orang sakit. Hal ini berbeda dengan Hospital Jika kita mendalami bahwa kata Hospital atau yang kita sering dengar dengan ‘Rumah Sakit’ ‘adalah sebuah konsep yang rancu.


Bimaristan pada zaman kekhalifahan bukan hanya sekedar tempat merawat dan mengobati orang sakit. BimaRistan juga berfungsi sebagai tempat menempa mahasiswa kedokteran, sekaligus tempat pertukaran ilmu kedokteran, dan pusat pengembangan metode dunia kesehatan dan kedokteran secara keseluruhan. Bimaristan besar dan terkemuka biasanya dilengkapi dengan perpustakaan mewah dengan memiliki barisan koleksi buku-buku terbaru. Selain itu, Bimaristan era kekhalifahan juga dilengkapi ruang auditorium untuk pertemuan sekaligus perkuliahan. Di kompleks Bimaristan juga berdiri sejumlah mess atau hunian untuk mahasiswa kedokteran serta staf . Kalau diperhatikan, program regenerasi ini juga dicontek di era rumah sakit modern.


Ilmu kedokteran yang berkembang dalam peradaban Islam juga mengajarkan toleransi pada agama lain. Misalnya, Bukhtishu, seorang Kristen asal Nestorian. Bahkan Keturunan-keturunan Bukhtishu juga menjadi dokter sampai selama kurang lebih 250 tahun atau sekitar enam generasi setelahnya. Terlebih lagi ada pula yang beberapa dari mereka menjadi dokter pribadi khalifah.


Bimaristan pertama dirintis atas keinginan Khalifah Al-Walid (705 M – 715 M) – seorang khalifah dari Dinasti Umayyah di Al-Andalus (Spain). Tempat perawatan orang sakit yang dikenal dengan sebutan `Bimaristan’ itu disediakan bukan hanya bagi penderita leprosoria tapi juga bagi penderita lepra yang saat itu sedang merajalela. Disini Untuk merawat para pasien itu, khalifah menggaji tenaga perawat dan dokter. Sementara pasien tidak dipunggut biaya, bahkan mendapatkan santunan. Bisa dibandingkan dengan konsep rumah sakit modern? Dimana pasien miskin banyak terbengkalai bahkan diberita dikabarkan sampai ada yang meninggal. Naudzubillah.


Bimaristan pertama yang sebenarnya dibangun pada era kekuasaan Khalifah Harun Al-Rasyid (786 M – 809 M), seiring dengan majunya ilmu ilmu kesehatan di Baghdad. Konsep pembangunan beberapa di Baghdad saat itu merupakan ide dari Al-Razi, dokter Muslim terkemuka.


Mengenai metode pemilihan tempat, para ahli akan memilih lokasi yang mendukung kondisi kesehatan. Mereka akan memilih membangun Bimaristan di atas bukit atau di tepi sungai. Sebagai contoh Bimaristan Al Adhudi, dibangun oleh Adhud al-Dawla di kota Baghdad di tepi sungai Dejlah (Tigris) dan air sungai dialirkan ke halaman dan balai-balai dan kembali mengalir ke sungai. Harun al-Rashid meminta al-Razi untuk mendirikan Rumah Sakit Umum yang pertama. Ia memakai metode yang sangat cerdas dan penuh hikmah dalam menyeleksi lokasi, yakni dengan melakukan potongan-potongan daging di beberapa tempat berbeda di Baghdad untuk menguji yang mana pada akhirnya lokasi dengan kondisi udara yang terbersih.


Keberadaan Bimaristan menjadi rekaman sejarah tentang betapa agung dan tingginya peradaban Islam di abad ke-13 M, hal ini masih ditambah lagi hampir di tiap ibu kota daerah Islam terdapat BimaRistan yang telah dilengkapi dengan madrasah kedokteran, perpustakaan, dan pusat pengembangan medis.


Fakta produk peradaban ummat Islam ini sekaligus menepis anggapan miring yang sering doktrinkan Barat tentang keterbelakangan kaum Muslimin di berbagai sektor ilmu, terutama dalam ilmu pengetahuan.


Pada zaman kegelapan, Bangsa Yunani, misalnya, merawat orang yang sakit di peristirahatan yang bersebelahan dengan kuil atau gereja untuk kemudian dirawat suster ataupun pendeta. Proses pengobatannya pun dilakukan lebih kearah yang bersifat mistis seperti sembahyang dan menyiapkan tumbal untuk dewa penyembuhan yang dikenal dengan nama Aaescalapius. Saat itu di negeri islam sudah mempunyai rumah orang sakit yang menderita gila, sedangkan di Barat sendiri malah menganggap orang gila itu sebagai bentuk murka tuhan. Di bidang medis, saat peradaban Barat hari ini berhasil mencapai beragam kemajuan teknologi di bidang medis, Islam sesunguhnya telah memulainya sejak jauh-jauh zaman. Kemudian kemajuan Ilmu dan peradaban umat Islam lah yang mewariskan beragam pencapaiannya di bidang kedokteran itu untuk dunia kedokteran modern abad ini.


Berbanggalah menjadi seorang muslim dan tugas di depan mata adalah mengembalikan konsep-konsep islam yang telah membangun peradaban islam yang begitu hebat di masa lampau.

Read more...
separador

Monday, 30 March 2015

The Albanian Stroy

   Berawal dari tugas kuliah yang diberikan oleh seorang dosen mengenai Negara Serbia, negara yang pernah membantai saudara muslim di Bosnia Herzegovina pada tahun 1995 yang mengakibatkan ribuan nyawa melayang, namun pembantaian tersebut tidak hanya terjadi  Bosnia Herzegovina namun pada tahun 1998 Serbia juga melakukan pembantaian etnis muslim  Albania di Negara Kosovo. Rasa penasaran pun timbul mengenai perang  tersebut, karena hanya sebagian oprang yang mengetahui, hingga akhirnya Allah menemukan seorang etnis Albania yang bersedia menceritakan mengenai penindasan tersebut. Berikut merupakan kisah yang langsung bersumber dari salah satu korban perang Kosovo yang original teks nya berbahasa Inggris.


   “Ini bukanlah salah satu dari cerita Anna Frank’s Diary, dimana seorang gadis kecil yang bersembunyi dengan keluarganya dan menulis lembaran dalam buku catatanya, mengambarkan apa yang sedang terjadi dan bagamana ia meghabiskan saat-saat terakhirnya.


Selama perang pada waktu itu aku meninggalkan semuanya, dan untuk yang terakhir kalinya aku menoleh kebelakang untuk melihat rumah lamaku yang hangat sebagai tempat tinggal untuk mengamankan jiwa kami dari penindasan tentara Serbia.


        Usia ku baru menginjak tujuh tahun saat itu, dan ingatanku masih begitu segar seperti hal itu belum berlalu sama sekali, seperti baru terjadi kemarin. Kosovo merupakan Negara yang terkunci di tengah Balkan Peninsula. Ibu kota dan kota terbesarnya berada di Prishtina. Di batasi oleh Republik Makedonia dan Albania di selatan, Montenegro di bagian Barat, dan wilayah yang di klaim oleh Serbia dari utara sampai timur. Negara Kosovo diduduki oleh etnis Alabia 97% dan minoritas lainya seperti etnis Serbia, etnis Bosnia, etnis Turki dan komunitas Roma.


        Namaku Rina, Alhamdulillah aku adalah salah satu anak yang beruntung yang dapat bertahan hidup dari perang Kosovo pada tahun 1998-1999. Tidak banyak orang yang mendengar mengenai perang ini di Eropa Tenggara di jantung Balkan. Di Negara kecil ini mayoritas adalah muslim Albania, dan orang hanya berfikir bahwa yang terjadi dan yang berlalu hanyalah sebuah konflik. Jika yang disebut hanya “konflik” orang-orang tidak akan dibunuh, dihajar, disiksa dan di mutilasi menjadi bagian bagian dan cara yang paling menyedihkan yang hanya manusia lakuakan pada manusia. Tidak ada yang peduli, dan waktu itu Negara-negara Eropa menutup “mata dan telinga” mereka dan entah bagaimana memberikan Serbia ”lampu hijau” untuk memulai pembersihan etnis di Kosovo.


        27 Maret 1999 sehari sebelum hari raya Idul Adha atau kita sebut di Albania “Bajram” (Bayram), hari ketika kami meninggalkan rumah-rumah kami karena polisi militer Serbia datang untuk membawa keluar kami dengan mengunakan kekerasan dan terror. Selalu sebelum hari raya kami mempunyai tradisi membeli baju baru dan membuat makanan. Aku masih ingat di hari sebelum kami meninggalkan rumah,ketika aku berkata kepada ibuku “bu, biarkan aku pergi paling tidak mengambil baju yang sudah ayah belikan untuk hari raya karena kita tidak akan kembali !” dan dia (ibuku) menjawab “jangan khawatir, kita akan kembali” kami pun kembali ke rumah tidak secepat seperti yang telah dijanjikan ibuku padaku. Aku tidaklah sama dengan anak seusiaku karena aku tau apa yang terjadi dan aku percaya hidup kami ada di tangan Allah dalam hari hari yang mengerikan yang telah kami lalui.

      Selama berjam-jam kami meninggalkan kota kami yang indah, kami berjalan berkilo-kilo meter, dari desa ke desa, ketakutan kalau setiap nafas yang kami hirup saat menempuh perjalanan dengan para pengungsi Albania yang begitu panjang mungkin adalah nafas untuk yang terakhir kalinya. Setelah beberapa hari kita sampai di Montenegro sangat jauh sekali dari desa kami. Tinggal dalam tenda pengungsi. Aku tidak dapat percaya dan menerima kalau kami meninggalkan desa kami pada tangan penindas. Aku selalu menjadi anak yang ingin tahu, dan saat jauh dari desaku, ketika ayahku and keluargaku mendengarkan berita di radio mengenai perang, aku berlari untuk mendapatkan informasi apa yang terjadi dan kapan kami dapat kembali kerumah.


        Setelah berbulan-bulan hidup sebagai pengungsi, akhiranya allah yang maha kuasa, memberkahi kami untuk mengharapkan kebebasan dan kami kembali ke Kosovo! Ayahku sebelum pergi mengatakan “perang akan usai dan kita akan menjalani hidup yang lebih baik yang akan kamu lihat” ketika kami kembali, termasuk rumah lama kami yang biasa kami tinggali, kami dapati reruntuhan, kerusakan dan benda-benda bekas kebakaran yang tersisa dari tempat tinggal kami. Sebagai seorang gadis yang baru berumur tujuh tahun  aku hampir tidak bisa menelan duka cita dan kekecewaan. kami tidak mempunyai rumah untuk ditempati, perang menghabisi  tempat yang paling kami cintai.


        Keluargaku harus memulai segalanya dari “nol” dan membangun kembali apa yang pernah kita punya. Polisi militer Serbia saat perang Kosovo 1998-1999 banyak melakukan hal yang tidak pernah dilihat dan hal yang tidak pernah didengar yang dilakukan pada orang Albania yang malang. Bayi yang baru lahir, anak-anak, perempuan dan orang-orang tua dibunuh dan menyembelih tanpa ada rasa kemanusiaan. Pernah ada suatu kasus mereka membuka perut seorang ibu and mengambil bayi yang ada di dalam dan membunuh mereka berdua. Mereka bahkan membunuh anak anak kecil didepan mata ibunya, menghajar anak anak perempuan di depan mata ayah dan saudara laki-lakinya. Dan banyak kejahatan yang tidak dapat dibayangkan.


Apakah aku merasa benci pada mereka ? apakah aku akan membalas mereka, jika aku mempunyai satu kesempatan ?


Rasulullah SAW ”Forgive him who wrongs you; join him who cuts you off; do good to him who does evil to you, and speak the truth although it be against yourself.”


Aku tidak merasa benci terhdap mereka, sebagai muslim benci merupakan perasaan negative yang tidak boleh kita miliki, karena islam agama kita merupakan agama kedamaian dan penuh kasih !
Semoga Allah menghakimi dan membalas semua orang yang melakukan kejahatan dan teror yang mengerikan.
Dia  yang maha mengetahui !”

kota kita yang hancur, mereka mencoba membakarnya namun tidak terbakar, Allahu Akbar !
warga Alabia meninggalkan kediaman mereka dengan paksaan Serbia
polisi militer Serbia menendang korban warga Albania setelah mereka membunuhnya
polisi militer Serbia mengambil gambar setelah membunuh warga Albania yang tak berdosa
Polisis Militer Serbia


       
-         MERAKA MEMBAKAR RUMAHKU,MEMBAKAR SEKOLAHKU, MEMBAKAR MASJID MASJIDKU, MEMBAKAR KOTAKU, MEMBAKAR NEGARAKU
-         MEREKA MEMBUNUH, MENGEBOM, MENGHAJAR ORANG-ORANG ALBANIA YANG TIDAK BERSALAH.
-         KEJAHATAN MEREKA TIDAK DAPAT DIHITUNG, DAN TETAP SETELAH 16 TAHUN TIDAK ADA YANG MEMVONIS, MENGHUKUM, MENGADILI GENOCIDE YANG TELAH MEREKA LAKUKAN DENGAN ENTIS MUSLIM ALBANIA DI KOSOVO !
-          
Ethnic Cleansing sendiri dipahami sebagai sebuah tindak kejahatan kemanusiaan dimana terjadi tindakan untuk menghilangkan etnis tertentu. Dengan menggunkan tak tik meneror seperti penculikan, pemerkosaan dan pembunuhan para pemjahat ini memaksa etnis tersebut untuk meninggalkan tempat tinggal mereka atau pembunuhan massal,sehingga daerah tersebut bersih dari etnis yang mengalami Ethnic Cleansing.



        Menurut laporan penuntut umum ICTY, Carla Del Ponte pada PBB, sekitar 10.000 jiwa kaum Albania menjadi korban, selain itu lebih dari 1,5 Juta Albania di paksa untuk meninggalkan tempat tinggal mereka.
Read more...
separador

Monday, 9 June 2014

Menganalisa perang khandak “kejutan parit raksasa”



Kata jihad merupakan sebuah kajian kata yang popular dalam politik islam. Ayat ayat jihad dalam konteks perjuangan ditemukan sebanyak 28 ayat, terletak dalam beberapa surah al Quran diantara nya al Baqarah: 218, Ali Imran: 142, an Nisa: 95, al maidaah: 35,54, al Anfal:71,74,75, at taubah: 16,19,20,24,41,44,73,81,86,88, an Nahl: 110, al Hajj: 78, al Hujarat: 15, al Mumtahanah: 1, ash shaff: 11, dan at: tahrim 9.

 Jihad dalam rangka menegakkan hukum allah diikuti dengan kata fi sabillilah, inilah yang membedakan peperangan islam dengan peperangan yang lainya yang jika peperangan fi sabillilah murni karena perintah dan ketaatan kepada allah sedangan peperangan yang lainya hanya didasari oleh kepentingan suatu golongan dan napsu semata. Allah menerangkanya dalam

 surat an nisa 76

Orang-orang yang beriman, berperang pada jalan Allah dan orang-orang yang kafir pula berperang pada jalan Taghut (Syaitan). Oleh sebab itu, perangilah kamu akan pengikut-pengikut Syaitan itu, kerana sesungguhnya tipu daya Syaitan itu adalah lemah”.

          jika dilihat dari makna jihad dalam al quran maka jihad merupakan sesuatu yang penting dan keharusan yang dilakukan oleh setiap umat muslim, allah pun membedakan orang orang yang mau berjihad dan tidak berjihad dalam

 surat an nisa ayat 95-96

“ Tidaklah sama keadaan orang-orang yang duduk (tidak turut berperang) dari kalangan orang-orang yang beriman - selain daripada orang-orang yang ada keuzuran - dengan orang-orang yang berjihad (berjuang) pada jalan Allah (untuk membela Islam) dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjuang dengan harta benda dan jiwa mereka atas orang-orang yang tinggal duduk (tidak turut berperang kerana uzur) dengan kelebihan satu darjat. Dan tiap-tiap satu (dari dua golongan itu) Allah menjanjikan dengan balasan yang baik (Syurga), dan Allah melebihkan orang-orang yang berjuang atas orang-orang yang tinggal duduk (tidak turut berperang dan tidak ada sesuatu uzur) dengan pahala yang amat besar. (yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


          jihad pun tidak melulu harus mengikuti peperangan, jihad juga dapat dilakukan melalui harta dan jiwa seorang muslim,  dan muslim yang melakukan jihad yang demikian memperoleh kebaikan dan keberuntungan.

surat at taubah 88

Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”


          saat masa rasulullah saw jihad yang mulia adalah jihad melalui peperangan karena pada masa tersebut islam disebarkan melalui jihad tersebut, maka rosul saw pun mengikuti lebih dari 70 peperangan saat itu. Ada sebuah kisah tentang sesorang yang bertanya kepada rosulullah saw tentang amal yang sebanding dengan berjihad, ”tunjukan kepadaku amalan yang sebanding dengan berjihad”rasulullah saw menjawab ”aku tidak menemukanya!” kemudian rasulullah saw bertanya kepada orang tersebut, “apakah kamu mampu masuk masjid mu untuk sholat tanpa henti dan berpuasa tanpa berbuka ketika para mujahid ke medan perang?”orang tersebut menjawab “siapakah yang mampu melakukan itu”



          Salah satu perang yang diikuti oleh rosulullah saw adalah perang khandak. Sepanjang rentang waktu antara tahun 3H (perang uhud) sampai terjadinya perang khandak di bulan syawal 5, kaum muslimin telah berhasil membangun prestise dan citra mereka sebagai kekuatan yang disegani dan sulit ditaklukan. Baik didalam maupun diluar negeri madinah. Usai perang uhud, madinah berhasil menertibkan tatanan pemerintahan. Kendati kekuasaan berada penuh ditangan kaum muslimin, menyusul diusirnya orang orang bani nadhir dari madinah, atas persekongkolan keji mereka untuk membunuh rosulullah saw.


          Dalam perang khandak ini umat ,muslim mendapatkan kemenangan walaupun jika dilihat dari jumlah pasukan atau tentara sangat jauh berbeda yaitu sekitar 10.000 tentara kafir yaitu koalisi dari umat Yahudi Bani Nadhir dan kekuatan lain di Jazirah Arab, akhirnya saat itu terbentuklah sebuah pasukan aliansi antar golongan (al-Ahzab) terbesar yang belum pernah terjadi sebelumnya, pasukan yang ambil bagian dalam perang tersebut antar lain, pasukan Quraisy, pasukan Ghathafan, pasukan dari Najd ditambah lagi, Yahudi Bani Qhuraizah, pasukan Qhuraizah tersebut memutuskan perjanjian damai dengan kaum muslimin, sedangkan dari pihak muslim hanya terdapat 3000 pasukan


          Dalam perang khandak ini umat muslim mendapatkan kemenangan yang gemilang, tentu dalam kemenangan tersebut terdapat beberapa faktor yang sangat berpengaruh, lalu apa faktor-faktor yang menyebabkan kemangan yang diraih oleh umat muslim ini ? faktor tersebut dapat diihat dari kepemimpinan atau panglima perang, doktrin militer, alasan moral, medan tempur dan yang terakhir cuaca atau iklim saat peperangan berlangsung.




          Tidak ada yang meragukan rosulullah saw dalam memimpin peperangan beliau lah panglima perang terbaik sepanjang masa, kecerdikan, kebijaksanaan, keberanian, kepercayaan diri rasulullah saw dalam perang khandak membuahkan hasil yang gemilang, dalam perang khandak rosulullah memperlihatkan taktik jitu, beliau memanfaatkan sahabat Nu’aim bin Mas’ud, seorang muallaf dari Ghathafan yang keislamanya belum diketahui oleh kaumnya untuk memecah belah pasukan Al Ahzab dari dalam. Beliau perintahkan Nu’aim masuk ke pasukan musuh untuk menimbulkan rasa saling tidak percaya diantara tiga kelompok yang bersekutu, Di tengah pengepungan yang tidak menentu, pasukan Ahzab mulai bimbang dan meragukan komitmen satu sama lain. Nu’am berhasil memperdaya ketiga golongan. Sementara pihak Quraisy dengan Ghathafan, Yahudi bani Quraizhah berhasil ditekan agar tidak menyerang kaum muslimin dari belakang, demikian lah perang adalah tipu daya. Saat penghianatan yang dilakuakan oleh Bani Quraizhah terhadap perjanjian kaum muslimin, rasulullah saw mengirim pasukan untuk mengecek informasi ini. Ternyata saat kebeneran itu diketahui rosul saw sebagai pemimpin yang bijak berusaha membendung informasi ini agar tidak sampai ke telinga pasukan yang akan mengakibatkan jatuh nya moril juang.





          Doktrin militer yang diberikan adalah doktrin militer islam, yaitu peperangan yang dilakukan semata karena allah, di dalam al Quran banyak sekali ayat ayat doktrin militer yang menyebabkan para pasukan muslim sangat gigih bertempur, tidak takut mati, dan syahid, mereka sangat yakin kewajiban jihad akan memperoleh pahala yang begitu besar, para mujahid yakin akan mati syahid jika mereka terbunuh didalam pertempuran, para mujahid beriman kepada hari pembalasan bahkan mereka bersedia berangkat berjihad baik dalam keadaan ringan maupun berat sebagaimana allah perintahkan kepada mereka, demi mentaati perintahnya semua ini karena mereka yakin akan bertemu dengan Nya, yakin akan pembalasan Nya dan demi mengharapkan Ridho Nya.




 
          Alasan moral kaum muslim sangat kuat saat itu yaitu keyakinan muslimin yang dapat memenangkan peperangan tersebut setiap muslim diajarkan untuk selalu optimis dalam segala hal tidak diajarkan untuk pesimis dan menyerah begitu saja, walaupun pasukan muslim hanya berjumlah 3000 dan pasukan Ahzab berjumlah 10.000 tidak mengentarkan pasukan untuk menyerah dan mundur kepentingan mereka adalah tersebarnya islam, memenangkan hujjah allah, moral yang dibangun umat muslim saat itu merupakan moral yang luar biasa, di barengi dengan keimanan dan rasa taat kepada allah. alasan moral inilah lahir karena adanya doktrin militer.


          Faktor pemenang perang selanjutnya adalah medan tempur, lokasi yang menjadi titik konsentrasi kedua pasukan berseturu memang berada di sebelah utara kota madinah, secara geografis daerah ini merupakan area terbuka dan satu satunya celah yang sangat memungkinkan untuk melancarkan serangan secara maksimal atas madinah, sedangkan dari arah lain sangat kecil kemungkinanya, perkebunan korma yang cukup lebat, tanah tanah kasar berbatu dan sebentang daerah berbukit dibagian selatan kota, sehingga sulit ditembus. Melihat kondisi geografis yang demikian, Salman al-Farisi mengusukan menggali parit di selatan kota. Sebuah parit raksasa membentang menghentikan laju pasukan Ahzab. Kuda kuda mereka tidak mampu melewati ‘Benteng’ tersebut, kalau pasukan mereka nekat turun hujan anak panah dari pasukian muslimin akan mengenai mereka, sungguh luar biasa strategi yang digunakan oleh pasukan muslimin memanfaat kan medan tempur yang ada, peperangan tanpa strategi dan taktik merupakan omong kosong belaka. Strategi parit ini merupakan pertama kalinya yang digunakan oleh paukan muslim untuk defensive. Memang secara penggalian parit ini tidak langsung mengetarkan pasukan al ahzab namum menjadi salah satu faktor kejutan yang diberikan pasukan muslim untuk memukul mundur pasuka al Ahzab.




          Dan faktor penentu kemenangan terakhir adalah iklim dan cuaca, ketika pasukan Ahzab mulai goyah karena kejutan parit kaum muslimin dan dari pasukan internal yang sudah dipecah belah karena Nu’aim yang membuat ketiga kelompiok bersekutu tidak saling percaya sama lain, pasukan Ahzab pun mulai putus asa dengan pengepungan yang panjang yang hamper memakan satu bulan tanpa hasil berarti, Allah mengirimkan pasukan berupa angin taufan yang memporak porandakan mereka, pasuka Quraisy mulai menarik diri tanpa sepengetahuan pasukan Ghathafan, setelah tau hal itu, akhirnya Ghathafan pun menarik pasukan mereka bersamaan dengan persiapan mundur Quraisy, demikianlah cuaca berpengaruh terhadap peperangan, apalagi jika seandanya pasukan yang bertempur dari daerah berbeda contoh nya pasukan Romawi dan Arab yang setiap Negara memiliki kondisi cuaca dan iklim yang berbeda, pasukan pun harus beradaptasi dengan lingkungan medan tempur terlebih dahulu.




          Saat pasukan menarik mundur rasulullah saw pun mengirim Hudzhaifah dalam misi spionase di malam yang dingin untuk memastikan kondisi mereka, ini salah satu bukti rasulullah saw memang benar benar menghitung berbagai kemungkinan dengan tidak mengabaikan segala aspek perang.


          Setelah perang khandak, pasukan kafir tidak lagi mampu menghimpun kekuatan yang lebih besar lagi dari itu. Kaum muslimin telah berpindah dari fase defensive menuju fase ofensif, rasulullah saw bersabda “sekarang, kitalah yang menyerang mereka dan mereka tidak akan menyerang kita. Kita yang akan mengunjungi mereka”(al-Bukhari) maka pasukan muslim pun mengambil inisiatif penyerangan kesuluruh jazirah arab sampai bendera islam berkibar diseluruh penjuru mengungguli bendera bendera jahiliah.



          Demikianlah faktor faktor yang mempengaruhi kemenangan umat muslim dalam perang khandak, walaupun jumlah pasukan yang tidak berimbang, dengan faktor tersebut umat muslim dapat memukul mundur pasukan Ahzab, tentunya semu faktor tesebut telah di rencanakan oleh allah, maka faktor penentu yang utama adalah kehendak allah jika suatu pasukan memiliki segalanya tetapi allah tidak berkehendak maka akan menjadi sia sia belaka.wuallahualam
Read more...
separador

pict

pict

pict

pict

Followers

Translate