Pages

clock

calendar


Riasa Rizky. Powered by Blogger.

Total Pageviews

Showing posts with label isu isu. Show all posts
Showing posts with label isu isu. Show all posts

Monday, 14 June 2021

Terjajah oleh negeri sendiri




Akhir akhir ini marak diberitakan Pemerintah berencana mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) pada jasa pendidikan atau sekolah. Hal ini tertuang dalam revisi Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) yang diajukan pemerintah dan akan dibahas dengan DPR.


Dalam aturan tersebut, sektor pendidikan dihapus dari daftar jasa yang tak terkena PPN. Artinya, jasa pendidikan akan segera dikenakan PPN bila revisi UU KUP disahkan. Padahal jasa pendidikan sebelumnya tidak dikenai PPN sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 223/PMK.011/2014 tentang Kriteria Jasa Pendidikan yang Tidak Dikenai PPN.


Jelas hal itu sangat bertentangan dengan kostitusi yang ada. Bahkan dalam UUD 45 dengan gamblang menyatakan negara berkewajiban untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. tetapi kenyataanya pemerintah mempersulit. Seharus nya pemerintah berkewajiban menyediakan, memfasilitasi sarana pendidikan yang baik agar masyarakat cerdas dan  berpendidikan, bukan sebaliknya. Sektor pendidikan merupakan hal yang krusial dalam negara, artinya sesuatu kebutuhan wajib untuk masyarakat.


Tentu hal yang sangat buruk akan terjadi jika pemerintah mengesahkan RUU tersebut. Pemberlakuan PPN pada sekolah akan menjadikan sekolah sebuah sektor bisnis yang juga akan mengedepankan penumpukan uang. Sebelumnya Sekolah merupakan tempat yang berlandaskan sosial dan tidak terlalu mementingkan keuntungan. pemungutan PPN sebelumnya hanya untuk sektor bisnis, namun jika sekolah juga dipungut PPN maka sekolah akan menjadikan dirinya sebagai sektor bisnis.


Ketika sekolah dikenakan PPN maka otomatis sekolah akan mencari biaya tambahan untuk diberikan kepada pemerintah, untuk itu sekolah akan menaikan harga pendidikan. Padahal tidak semua warga Indonesia dikategorikan mampu berkecukupan, bahkan tidak banyak dari mereka yang untuk kebutuhan sehari hari seperti makan, terpenuhi dengan baik. Jika ini di biarkan maka pendidikan Indonesia akan seperti jaman penjajahan. Yaitu hanya anak anak elite, bangsawan, orang orang borjuis saja yang dapat mengenyam pendidikan dengan baik. Sedangkan anak anak proletar dengan standart kasta rendah hanya dapat berangan angan untuk bisa duduk di bangku sekolah. Sangat amat memilkukan negeri ini. Bedanya, Dahulu masyarakat Indonesia krisis pendidikan pada jaman penjajahan negara asing sedangkan saat ini Indonesia akan mengalami keterpurukan pendidikan disebabkan oleh bangsa sendiri, bangsa yang seharusnya mengayomi, membentangkan tangan, membantu sekuat apapun untuk masyarakatnya. Namun ia menerkam dan menenggelamkan masyarakatnya sendiri untuk kepentingan orang orang yang bertahta di gedung gedung megah, gedung megah yang pembagunanya juga di danai oleh uang rakyat yang mereka tindas.


Ketika banyak anak yang putus sekolah karena tingginya biaya sekolah maka kebodohan akan semakin meninggkat, banyak lagi dampak yang di hasilkan salah satunya kejahatan, pengangguran maka lengkap sudah negara ini menjadi negara yang chaos. Negara yang akan kembali kepada jaman penjajahan. Hanya si kaya yang dapat memegang tahta, maka bisa jadi paham komunis akan berkembang dengan pesat nya.


Padahal kurikulum yang mengacu pada buatan pemerintah sekarang sangat membingungkan, sangat berbelit belit dan memberatkan siswa dan guru. Kurikulum yang ada bahkan hanya sebagai syarat kelulusan untuk sebuah kertas ijazah. Kurikulum yang terbaik adalah dari islam, dari quran dan sunnah, dimana anak anak akan mendapatkan moral yang baik,  kesholehan dan juga kecerdasan akademik, yang semakin ia berilmu semakin ia takut akan Robbnya.


Adanya PPN yang dipungut dari sekolah dan kurikulum yang ada tidaklah sebanding, bahkan kurikulum yang ada tidak lebih baik. Pemungutan pajak sekolah ini akan sangat memukul masyarakat, banyak sektor yang dibebani pajak. Selama ini kemana pajak pergi ? Untuk apa pajak digunakan ? Uang rakyat banyak di manfaatkan, dikeluarkan untuk hal hal yang kurang manfaat. Pembangunan gedung gedung pemerintah, fasilitas pejabat yang subhanallah amat sangat mewah. Mereka keluar negeri atas nama tugas study banding di hotel terbaik, dengan kendaraan terbaik itu semua dengan uang rakyat, uang pajak yang di pungut. Belum lagi fasilitas fasilitas mewah yang mereka dapatkan dengan memakai topeng "wakil rakyat". Sungguh sangat miris negeri ini. Rakyat yang kehidupan sehari hari belum tentu mereka bisa makan untuk esok hari harus di peras lagi oleh orang orang berdasi suci.


Inilah yang dinamakan penjajahan yang sesungguhnya, dimana kondisi covid yang sedang berlangsung, bukan pemerintah memberikan kemudahan namun sebaliknya, memberatkan masyarakat, bahkan selain pajak sekolah pemerintah juga akan memungut untuk pajak sembako.


Eksekutif yang bertahta saat ini sudah menjabat dua periode, sekarang adalah periode terakhir, apakah dengan memungut pajak ini adalah langkah mereka untuk mengencarkan pundi pundi uang, menimbun uang yang entah tidak akan ada kesempatan lagi ia berkuasa selanjutnya. Maka dari itu periode terakhir ini ia manfaatkan untuk membagi bagikan keuntungan kepada sejawatnya, kepada dirinya sendiri yang haus akan harta.


Tidak bisa dibayakankan, pemerintah punya rencana untuk memungut pajak, sedangkan guru guru honorer pun mendapatkan gaji yang tidak seberapa. Pemerintah tidak memikirkan hal itu. Para guru yang berjuang, para pendidikan tanpa tanda jasa yang langsung terjun di lapangan mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi tidak dipikirkan kesejahterahanya. Gaji minumun yang mereka terima bahkan tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga nya. Sungguh heran pengajar belum di sejahterahkan tetapi pemerintah malah memberi beban tambahan.


Pemungutan PPN ini layaknya seorang preman yang memalak korban dengan kata kata sakti, kata kata nan suci atas nama kedaulatan negeri dan di kokohkan dengan konstitusi. Preman preman berdasi yang duduk nyaman di kursi tertinggi.

Read more...
separador

Sunday, 6 October 2019

Tragedi Berdarah di Wamena, Bumi Cendrawasih




Akhir-akhir ini papua memang sedang bergejolak, kerusuhan di wilayah-wilayah tertentu menjadi bahasan yang menarik untuk di renungi. Menteri POLHUMKAM, Wiranto, menjelaskan penyebab kerusuhan yang terjadi dan menyebabkan puluhan orang meninggal serta korban luka-luka adalah karena gerakan sparatis papua yang ingin meunjukan eksistensinya serta ada kaitanya dengan sidang PBB.

Bentrokan tersebut berawal dari adanya isu di Wamena, seorang guru yang mengeluarkan kata-kata rasis sehingga mereka melakukan aksi solidaristas. Namum kapolda Papua mengatakan bahwa isu tersebut tidak benar.


Bentrokan yang terjadi di Wamena menyebabkan terbakarnya sejumlah ruko, kios milik masyarakat, kantor PLN, kantor Bupati dan tempat-tempat lainya. Ribuan Warga pendatang pun di pulangkan ke wilayah masing-masing akibat kerusuhan ini. Akibatnya mereka juga mengalami terauma karena pembunuhan yang sadis.


Menurut peneliti  lembaga Ilmu penelitian Pengetahuan Indonesia (LIPI) akar masalah yang timbul dari rentetan permasalah yang sedari dulu tidak kunjung selesai adalah sejarah, suku, ekonomi dan pelanggaran HAM. Masalah inilah yang sering merembet kepada masalah lain seakan konflik tidak pernah usai, terlebih masalah kesukuan yang sering dan rentan menjadi pemicu.


Bhineka Tunggal Ika "berbeda beda namun tetap satu jua" yang menjadi semboyan bangsa seakan gagal menjalankan fungsi nya. Terbukti konflik SARA sering kali terjadi. Belum lagi dalam konflik Papua ini, intervensi asing sangat kuat, terutama AS. Hal yang tidak dapat dipungkiri pihak asing terus mengengam Papua, sampai mengerahkan sejumlah prajuritnya ke negara Australia dan beberapa pulau di sekitar Papua.


Papua memang seperti mutiara yang tersimpan. Dibalik konflik suku yang sering terjadi, Papua memiliki kekayaan yang tak ternilai. Hasil bumi seperti hasil laut, hasil pertanian, hasil hutan maupun hasil tambang hingga saat ini kekayaan tersebut tidak ternilai. Belum lagi sektor wisata yang juga berpengaruh dalam pemasukan ekonomi. Negara yang berbasis pegunungan tersebut masih menyimpan potensi Kekayaan yang belum ditemukan.


Selain hasil alam yang dimilikinya, wilayah papua juga sangat mahal untuk berbagai kepentingan, geostrategi dan geopolitik. Papua di apit oleh dua samudra besar yaitu samudra Pasifik dan samudra Hindia, juga diapit oleh dua Benua yaitu Asia dan Australia. Budi Susilo Soepanji ( mantan gubernur LEMHANAS ) mengatakan posisi silang ini dikenal dengan posisi silang maut ('Das Totenkreuz') karena selain dapat menghasilkan kejayaan yang besar di sisi lain juga rentan terhadap konflik.



Masalah yang rumit dengan adanya pihak-pihak kepentingan yang juga menyulut konflik. Islam agama yang sempurna, masalah yang ada saat ini adalah pengulangan masalah masalah yang ada pada sejarah. Islam sebagai agama yang juga mengatur kenegaraan memiliki figure sempurna yang patut di teladani. Di awali dengan hijrahnya Nabi SAW ke Madinah, meleburkan masyarakat majemuk muslimin menjadi satu, masyarakat yang plural di kumpulkan dalam satu wadah kemaslahatan. Dimulai dengan mempersaudarkan sahabat-sahabat ansor, persaudaraan yang dilandaskan keimanan hakiki bahkan ikatanya kuat melebih apapun. Sehingga persauaraan ini juga di rasakan oleh kaum musyrikin Madinah.


Dikutip dari buku "Manhaj Haraki Dalam Sirah Nabawiyah" karangan Syaikh Munir M. Ghadhban, merekam secara jelas, bagimana cara rosul SAW menyelesaikan masalah ke sukuan dalam masyarakat. Peristiwa itu terjadi saat Abdullah bin Ubay sebelum masuk islam, melakukan hal yang membuat kaum muslimin marah. Terjadilah huru hara di antara kaum muslimin dan yahudi serta kaum musyrikin hingga emosi memuncak. Rosul SAW meredakan emosi mereka agar bisa kembali tenang.


Inilah bentrokan pertama kaum Muslimin dengan kaum musyrikin di Madinah. Sekiranya Rosul membiarkan masalah ini di tangani kaum Muslimin sendiri, pasti akan terjadi pertempuran yang dahsyat. Rosulullah SAW memperingatkan golongan penyembah berhala untuk mengangkat senjata untuk kaum muslimin untuk tidak meneruskan langkah mereka. 


Rencana kaum Quraisy sebagai pihak luar yang ingin mempengaruhi kaum musyrikin di Madinah agar menumpas Rasul SAW dan pengikutnya telah gagal. Ternyata kedua belah pihak meletakkan senjata mereka masing-masing. Kedua belah pihak telah mengakui perbuatan mereka yang akan berakibat kepada sanak saudara sendiri.

Saat ini konflik Papua "berhasil" mengusir masyarakat yang berasal dari wilayah lain akibat dari kelalaian pemerintah pusat yang seolah tidak cepat tanggap menetralisir masalah ini hingga lebih luas. Bahkan masalah yang terjadi Papua sekarang, belum di tetapkan sebagai bencana Nasional, dimana hanya pihak wilayah Papua yang berusaha meredam konflik.


Begitulah sebaiknya seorang pemimpin menyelesaikan masalah. Masalah yang timbul di tengah masyarakat yang berbeda namun dalam suatu wilayah. Butuh pemimpin yang bijak dan lembut untuk menyetuh hati masyarakat yang memiliki keyakinan yang berbeda. Apalagi dengan intervensi luar yang kuat, sebaiknya pemerintah menyelesaikan masalah Wamena Papua dari dalam, dialog langsung oleh pemimpin bukan di selesaikan sendiri oleh masyarakat, di persaudarakan, lontarkan rasa kebangsaan dan nasionalisme, atau membela golongan lemah yang sedang di dzholimi asal tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Wallahualam bishawab
Read more...
separador

Friday, 27 September 2019

Asap Kapitalisme Menyesakkan Nafas Negeri Penstabil Atmosfer



Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung di Sumatra dan Kalimantan. Sejumlah kota diselimuti kabut asap. Di Pekanbaru, Tarakan, kabut asap semakin parah. Di Palembang, bahkan telah memakan korban jiwa. Ini hanya secuil dari kota-kota yang belakangan ini memiliki kualitas u

dara berbahaya akibat kabut asap yang berhulu dari kebakaran hutan dan lahan.

Musim kemarau yang berlangsung sekian lama telah di manfaatkan oleh para mafia lahan. Kasus ini sudah berkali kali terjadi tanpa adanya perbaikan.

Kasus kebakaran ini sangat ironis bagi Indonesia. Negara kita ini di kenal sebagai negeri paru-paru dunia. Bukan tanpa alasan seluruh dunia menyebut indonesia sebagai negara yang berandil sebagai paru paru dunia.

Indonesia adalah negeri yang memiliki kekayaan hutan hujan tropis dan memiliki curah hujan yang tinggi.



Alloh memberikan begitu kenikmatan yang melimpah di Indonesia, yang tidak di miliki oleh sekian banyak negara negara di penjuru dunia. 

Dengan hutan hujan tropis ini, Indonesia memiliki keaneka ragaman hayati. Flora dan fauna yang ada begitu berguna bagi seluruh aspek kebutuhan manusia, Aspek ekonomi,  farmasi, sosial budaya, bahkan politis. Sebagai salah satu "pabrik penghasil" oksigen inilah hutan-hutan di Indonesia mampu membantu menstabilkan atsmofer dunia.

Namun ternyata kenyataan tersebut bukanlah hal yang membuat rakyat kita bersyukur dengan menjaga dan memeliharanya. Inilah kenyataan pahit dimana karunia yang telah di berikan oleh Alloh secara gratis namun di sia siakan secara brutal atas nama kepentingan semata. 



Sejatinya kebakaran ini tak bisa dilepaskan dari sistem kebijakan yang menanungi negeri ini. Kondisi kebakaran hutan dan lahan yang berimbas ke ranah domestik hingga luar negeri menyebabkan pemerintah Indonesia terpojok. Lambatnya respon dan penanganan dari pemerintah pusat telah membuat korban kabut asap menjadi jengah.

Inilah musibah sistemis ideologis. Dan ternyata akarnya memang ideologis. Yakni ideologi kapitalisme liberal yang meyakini bahwa distribusi barang dan jasa yang terbaik adalah yang menyerahkan semuanya pada mekanisme pasar.



Negara hanya berperan sebagai regulator, sedangkan sisanya menjadi tanggung jawab swasta. Tentu swasta yang hanya berorientasi kepada uang tidak memikirkan berbagai dampak kerusakan lingkungan dan juga banyak memakan korban.

Selain menjaga tumbuh-tumbuhan, hewan juga makhluk Allah yang memiliki hak-hak. Dikisahkan dari riwayat Imam Muslim, Abu Hurairah pernah mendengar cerita Nabi SAW, sesungguhnya pernah ada seekor semut menggigit salah seorang nabi.

Nabi tersebut lalu menyuruh untuk mendatangi sarang semut dan dibakarnya. Rupanya, sikap nabi itu tidak sesuai. Allah kemudian menurunkan wahyu kepadanya, "Apakah hanya gara-gara seekor semut menggigitmu lantas kamu akan membinasakan suatu umat yang selalu bertasbih?"

Kisah serupa dituturkan Abdullah Ibnu Mas'ud, ketika para sahabat berjalan bersama Rasulullah. Mereka melewati sebuah sarang semut yang telah dibakar. Rasulullah marah dan bersabda, "Sungguh tidak pantas manusia menyiksa dengan azab Allah SWT."

Mengapa manusia begitu keji memberantas tumbuhan yang bahkan dari pepohononan tersebut mereka bisa bernafas dengan bebas. Menghirup oksigen yang segar. Tidak kah manusia juga tahu, bahwa pohon-pohon yang mereka hanguskan tersebut juga bertasbih kepada Alloh. 

Kebakaran hutan yang terjadi saat ini akan terus berulang jika sistem negeri kita masih mengusung sistem yang bertumpu pada Sistem kapitalisme yang akan terus memakan korban-korban. 
Read more...
separador

Tuesday, 2 August 2016

Kejayaan Turki setelah meninggalkan sistem sekulerisme dan liberalisme



 “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti akan kami limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi....” 



Sejarah Turki amat menarik, Turki merupakan negara indah dengan pantai laut yang menakjubkan, pemandangan puncak gunung, serta sejarah yang kaya. Turki adalah tempat bagi ornamen indah tempat ibadah di gereja, masjid, istana dan taman-taman di dunia. Islam memiliki kehadiran kuat dan lama di Turki, diikuti dengan kehampaan yang tiba-tiba.

Mustafa kamal ataturk menggantikan kekhalifahan islam Turki Utsmani pada tahun 1924 menjadi republik yang berideologi sekuler dan kebarat-baratan. Padahal sebelumnya Turki Utsmani adalah kekuatan besar yang bahkan luasnya membentang antara negara-negara Eropa dan Asia. Mustafa kemal melepaskan agama dari masyarakat dalam segala aspek kehidupan. sistem pendidikan dirubah, pendidikan islam di larang di sekolah-seolah umum, hukum syariat diganti dengan hukum Eropa, semua pengadilan syariah ditutup. Tidak sampai disitu, adzan di larang dalam bahasa Arab, hari jumat yang untuk seluruh sejarah islam menjadi hari libur, tidak lagi dianggap sebagai liburan akhir pekan. Turki seperti Eropa, hari sabtu dan minggu menjadi hari libur kerja.

Dibawah sistem sekuler Turki tidak mampu berperan dalam skala internasional bahkan untuk mengurus kepentingan nasionalnya. Beberapa koran di era Turki lama memperlihatkan bagaimana kumuh dan miskinya Turki dibawah sistem sekuler. Kondisi ini disebabkan kekayaan bangsa Turki hanya mengalir kepada penguasa negara tersebut, mereka memiliki jaringan kapitalisme internasional seperti IMF yang memasung Turki dengan pinjaman yang membuat Turki sulit bangkit. Para penguasa sekuler juga memberdayakan sistem kapitalis dan ribawi dalam perbankan. Dengan uang yang mereka peroleh, mereka bukan hanya menguasai ekonomi Turki namun juga politik, pendidikan hingga media masa. Kondisi ini diperparah dengan pemasungan kebebasan beragama, khususnya islam.

            Setelah sekian lama dipenjara dengan sistem sekuler akhirnya islam kembali bangkit. Sebuah partai yang mengusung visi islam, partai keadilan dan pembangunan (AKP) dengan pemimpinya adalah Recep Tayyip Erdogan memenagkan pemilu setelah melalui berbagai drama. Erdogan merpakan pemimpin yang dibesarkan dalam lingkingan islam dan sangat memperjuangkan nilai-nilai islam untuk kembali menghancurkan sistem sekuler Turki. Dibawah Erdogan Turki berada ke arah kebangkitan dalam berbagai bidang, meskipun tantangan dari dalam maupun luar negeri menghadang. Turki sedang mengalami perbaikan yang mendalam. Erdogan mengkeritik isi dari beberapa acara TV, ia juga menentang alkoholisme dan tampilan umum percintaan. Ia menempatkan pembatasan baru pada alkohol, undang-undang baru melarang iklan produk alkohol, serta melarang lisensi alkohol untuk bisnis dalam radius 100 meter dari tempat ibadah dan pendidikan. Kebijakan alkohol yang dilakukan oleh sang presiden merupakan langkah yang benar untuk kesehatan dan keselamatan semua orang, muslim atau bukan, sekuler atau tidak. Erdogan menghidupkan kembali pengajaran Al Quran dan hadits di sekolah-sekolah negeri, setelah dihilangkan pemerintah sekuler hampir 90 tahun. Kebijakan Erdogan yang dianggap menghianati ideologi sekuler Turki adalah pencabutan larangan memakai jilbab, ia menetapkan kebebasan jilbab di area pendidikan maupun parlemen. Padahal sejak pendirian negara sekuler oleh Mustafa Kemal jilbab sudah tidak diperbolehkan berada dalam ranah pemerintahan dan masyarakat. Erdogan mengembalikan pembelajaran bahasa Utsmaniah yang berhuruf Arab di sekolah-sekolah negeri.


            Beberapa pencapaian Turki dibawah pimpinan Erdogan antara lain dalam bidang ekonomi produk domestik nasional Turki pada tahun 2013 menyamai pendapatan gabungan tiga negara terkuat di timur tengah; Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Iran ditambah dengan Jordan, Suriah dan Lebanon. Erdogan mapu melakukan lompatan ekonomi yang besar dari peringkat 111 dunia ke peringkat 16. Tahun 2023 merupakan tahun negara Turki modern yang sudah direncanakan Erdogan dengan menjadikan Turki sebagai kekuatan politik dunia. Untuk pertama kalinya Turki di masa modern memproduksi sendiri tank baja, pesawat terbang dan pesawat tempur tanpa awak, serta satelit pertama militer modern yang multifungsi. Erdogan dalam 10 tahun pemerintahanya sudah mendirikan 125 universitas baru,189 sekolah baru, 510 rumah sakit baru yang modern. Ketika krisis ekonomi menimpa Eropa dan Amerika, mereka menaikan uang kuliah, sedangkan Erdogan membebaskan seluruh biaya kuliah dan sekolah bagi rakyatnya dan menjadi tanggungan negara. 


Turki mendapat keuntungan dari konflik yang terjadi beberapa waktu lalu antara Rusia dan Ukraina. Jika dilihat dari geopolitk Rusoa memiliki pengaruh yang sangat besar di negara-negara Eropa terkait isu energi. Rusia memasok sekita 50 persen gas di negara-negara Eropa, pipa gas tersebut di alirkan melalui Ukraina dan disalurkan ke berbagai negara. Saat konflik Ukraina terjadi maka Rusia mengambil kebijakan untuk menghentikan pasokan gas ke negara tersenut, Ukraina sendiri mengantungkan 25 persen gas nasionalnya kepada Rusia. Dengan kebijakan tersebut pemerintah Rusia memilih negara Turki untuk menjadi negara yang akan menyalurkan gas Rusia ke jantung negara Eropa. Kedua negara juga telah bermitra untuk jaringan pipa utama gas alam baru, TurkStream, yang memungkinkan Rusia untuk mengirimkan gas alam langsung ke jantung Eropa melalui perbatasan Turki, dan bukan melalui Ukraina. Sehingga, secara tidak langsung Turki juga mendapatkan keuntungan dari proyek jaringan pipa gas alam Rusia dan masih terdapat berbagai pencapaian Erdogan yang membuat Turki benar-benar bangkit dengan berbagai kebijakan negara dengan visi islam.

Salah satu kejadian yang sedang hangat terjadi dan menarik untuk disimak adalah kegagalan kudeta Turki. Media massa dan pengamat didalam maupun diluar negeri masih terus mengulas upaya kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016. Media dan pengamat masih terkejut terhadap usaha kudeta yang kemudian bisa ditumpas dalam tempo lima jam. Segera muncul pula berbagai analisa tentang alasan mengapa upaya kudeta tersebut bisa ditumpas. Jika diamati, sejarah kudeta Turki yang terjadi pada tahun 1960, 1971,1980 dan 1997 berhasil dengan mulus.

Hal yang juga menjadi sorotan berbagai media dunia ini mengemukakan berbagai alasan berbeda mengapa kudeta tersebut dapat terjadi. Dikutip dari situs BBC.com, kudeta tersebut mengakibatkan 232 orang tewas dan 1.541 luka-luka. Bentrok antara kelompok kudeta dan kelompok pendukung Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Kelompok kudeta militer Turki berhasil menduduki lokasi strategis diseluruh Istanbul dan Ankara. Pasukan Turki bersenjata berat juga memasuki gedung stasiun televisi TRT yang dikelola Negara dan menuntut penyiar berita membacakan pengumuman kudeta.

Kudeta yang terjadi pada malam waktu setempat dapat digagalkan setelah Presiden Tayyib Erdogan yang mampu menggerakan ribuan orang hanya dengan fitur facetime di iPhone untuk melakukan perlawanan. Selain itu ia juga menghubungi penyiar berita CNN Turk, Nevsin Mengu. Dengan cara tersebut Erdogan secara efektif bisa berkomunikasi secara visual dan meminta ribuan rakyat Turki turun ke jalan untuk melawan kudeta militer. Selain meminta rakyat untuk berkumpul sebagai bangsa untuk mengagalkan kudeta, Presiden juga meminta kepada personil Angkatan Udara yang masih loyal kepadanya untuk ikut bertempur dengan menurunkan pesawat tempur. pada kenyataanya kelompok kudeta yang terdiri dari Angkatan Darat juga menurunkan Tank-tank ke jalanan, namun walaupun begitu kudeta tersebut berhasil digagalkan. Rakyat pun bersorak dan menaiki tank-tank tersebut sambil mengibarkan bendera Turki. Kelompok kudeta yang terpojok, berhasil diamankan.









Masih dari situs BBC.com menyebutkan bahwa setidaknya 45.000 orang telah tertangkap dan dipecat dari pekerjaanya. Media Turki melaporkan sebanyak 15.300 guru telah dipecat, tidak kurang dari 1.577 Dekan diminta untuk mengundurkan diri. Selain itu, 8.777 staff kementrian dalam negeri diberhentikan dan 1.500 pegawai kementrian keuangan dipecat. Tidak hanya itu, badan pengatur media Turki, telah mencabut 24 channel TV dan stasiun radio karena dituduh terkait dengan otak perancang kudeta. Sebelumnya, 6.000 personil tentara, 2 jendral dan 9.000 polisi telah ditahan dan ditangkap. Sekitar 2.000 hakim juga dicopot dari jabatanya.

Begitu banyaknya jumlah masa kelompok kudeta ini pasti ada otak dibalik kudeta tersebut, berbagai media mengatakan bahwa aksi tersebut dimotori oleh jaringan islam modern Fethullah Gulen. Sang ulama yang mengasingkan diri di AS, oleh banyak rakyat Turki diyakini sebagai agen CIA dan oleh pemerintah Turki disebut sebagai organisasi teroris (FETO). Ia memiliki kedekatan dengan banyak pejabat militer maupun petinggi birokrasi, baik yang sekuler maupun Islamis. Saat ini pemerintah Turki sedang melakukan upaya-upaya yang perlu untuk menghukum sebagian orang yang terlibat kudeta dan memiliki jaringan dengan Fethullah Gulen.
 
Upaya pembersihan tersebut juga dilakukan diberbagai negara-negara termasuk Indonesia. Pemerintah Turki lewat kedutaan besar Turki di Indonesia dalam situs resminya meminta sekolah-sekolah di Indonesia yang berkaitan dengan organisasi yang mereka sebut teroris, agar ditutup. sekolah-sekolah swasta didanai yayasan binaan Fethulah Gullen. Sekolah tersebut tersebut tersebar di enam provinsi, semua berformat asrama memakai pengantar dwibahasa serta menyediakan beasiswa. Beberapa sekolah yang disebut dalam situs resmi mereka, kamis, 28 Juli 2016 di www.jakarta.emb.mfa.gov.tr. Antara lain Pribadi Bilingual Boarding School di Depok dan Bandung, Kharisma Bangsa Bilingual Boarding School di Tangerang Selatan, Semesta Bilingual Boarding School di Semarang, Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School di Yogyakarta, Sragen Bilingual Boarding School di Sragen, Fatih Boy’s School di Aceh, Fatih Girl’s School di Aceh dan Banua Bilingual Boarding School di Kalimantan Selatan.




Selain memuat nama sekolah, pemerintah Turki juga meminta Indonesia menutup kegiatan Gulen Chair yang berada didalam kompleks Universitas Islam Negeri (UIN) di Ciputat, Tangerang Selatan. Pemerintah Turki mengaku mendapatkan info terkait dengan kegiatan Gullen di UIN dari Menteri Agama Indonesia. Namun hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh konfirmasi dan tanggapan pemerintah Indonesia atas permintaan Turki. Meskipun pemerintah Turki sangat mengharapkan agar Pemerintah Indonesia mau menindaklanjuti permintaanya dalam memberikan dukungan perjuangan Turki melawan organisasi teroris FETO. Walau bagaimana pun Turki dan Indonesia merupakan dua negara yang menjalin mitra strategis cukup lama dan memiliki kedekatan dalam bidang sejarah dan budaya.

Sejarah Turki di kenal sebagai negara sekuler dengan tokonya Kemal Ataturk, ia merupakan tokoh yang di puja di turki setelah berhasil meruntuhkan sistem khlaifah. Berbagai tempat penting mengabdikan namanya sebagai penghormatan. Ataturk bukan hanya di puja di Turki namun seluruh kaum sekuler di dunia. Berbagai pemikiranya di instal oleh orang-orang penting tak terkecuali presiden pertama Indonesia, Soekarno. Namun setelah Erdogan menjabat sebagai Presiden, secara perlahan sistem sekuler semakin memudar. Terdapat tanda-tanda meningkatnya intoleransi dari gaya hidup sekuler. Dikutip dari tempo.com bahwa terdapat sebuah kejadian yaitu puluhan orang di toko musik di Istanbul. Puluhan pengemar radiohead dipukuli karena dituduh meminum alkohol selama bulan suci Ramadhan. Ketika demonstran berkumpul untuk memprotes serangan, polisi membubarkan mereka menggunakan gas air mata dan meriam air. Berbagai lembaga-lembaga sekuler di negara tersebut juga dihilangkan, hal itu mendorong Islamisai pendidikan dan perilaku sosial serta berusaha menyisihkan pejabat dan petugas non Islam.
Mustafa Kemal Ataturk

Di bawah pemerintahan Erdogan, Turki mengalami berbagai kemajuan dalam beberapa bidang yang menjadikan Turki menjadi negara yang lebih baik. Kegagalan kudeta yang di lakukan tidaklah mungkin terjadi tanpa bantuan rakyat Turki karena jika dilihat dari jumlah kelompok kudeta yang tertangkap, jumlah mereka bukanlah sedikit dan akibat dari perlawanan terhadap kelompok kudeta, beberapa rakyat menjadi korban. Rakyat yang turun untuk mengagalkan kudeta begitu banyaknya dan upaya kudeta pun dapat ditumpas dalam waktu yang relatif singkat, lima jam. Hal ini adalah bukti nyata bahwa presentase kepercayaan rakyat Turki kepada sang presiden sangatlah kuat. Harapan masyarakat untuk mencapai Turki baru sangatlah besar walaupun Erdogan mampu mengikis ideologi yang setelah sekian lama dianut negara sekuler menjadi lebih Islamis.

Untuk mengubah ideologi yang sudah dianut oleh masyarakat tertentu bukanlah hal yang mudah. Ketika ideologi tersebut sudah mengakar dalam sendi-sendi negara maka harus dilakukan usaha yang demikian keras untuk merubahnya. Dalam penulisan ini sudah dijabarkan bagaimana usaha-usaha Erdogan untuk merubah Turki dalam berbagai bidang dan perubahan yang paling besar adalah sistem kenegaraan yang sekuler. Kegagalan kudeta yang dilakukan oleh pro pemerintah juga merupakan bukti nyata bahwa mereka mendukung sang presiden untuk melakukan perubahan menjadi Turki yang lebih baik.

Read more...
separador

Monday, 16 November 2015

Analyzing of Paris Attacks



Dunia kembali digemparkan oleh serangan teroris di Paris, Perancis. Diduga aksi teror tersebut dilakukan oleh sekelompok ISIS. ISIS (Islamic State Iraq and Syria) sendiri merupakan sebuah kelompok radikal yang awal terbentuknya di Iraq dan melakukan penyebaran samapai ke Syria. Kelompok ini mengugkapkan ingin mendirikan negara Islam dan melakukan aksi kekerasan untuk mencapai tujuan mereka. Berbagai media mengungkapkan mengenai aksi teror tersebut dan memakan korban lebih dari 150 korban. Berbagai statemen tersaji di berbagai media mulai dari statemen dari Presiden Perancis sendiri sampai Presiden dari berbagai negara dan tak luput juga komentar datang dari berbagai para analis. Menarik ketika mendengar serangan teror ke II di tahun ini setelah serangan teror Charlie Hebdo yang terjadi hanya terjadi selangan bulan, lebih tepatnya pada bulan Januari. Apa yang terjadi di Perancis membuat Rasa penasaran penulis untuk menemukan apa motif dibalik serangan tersebut dan kenapa dari negara-negara yang tergabung untuk meredam ISIS, sejauh ini hanya Perancis yang di teror.

Jika membicarakan fenomena yang terjadi sekarang tidak bisa dilepaskan dari fakta sejarah. Karena sejarah akan tetap berulang. Untuk menganalisis serangan teror Perancis, kali ini akan mengemukakan mengenai sejarah hubungan antara Perancis dan muslim dan juga seperti apa warga Prancis jika dilihat melalui sejarah nenek moyangnya.

Pada tahun 1095 terjadi peperangan di Clermont, Perancis. Eropa pada abad ke-11 dipimpin oleh gereja yang mencengkram erat hati dan pikiran rakyat, kekuasaan ini memungkinkan Paus Urban II untuk memerangi khalifah muslim dan perang suci yang dia sebut “perang salib”  untuk merebut kembali Yerusalem, yang telah berada dibawah pemerintahanumat muslim sejak tahun 637. Tetapi pada tahun 1099 pemerintahan ini diakhiri dengan perang berdarah dan tiba-tiba. Atas nama kaum salib kaum wanita diperkosa dan dibunuh. Anak-anak dibunuh dengan pedang. Dan dikatakan bahwa darah mengalir dijalanan sampai batas lutut kuda. Ditanah penuh pertumpahan darah dan teror ini muncul, sekelompok pria yang tidak akan pernah berhenti untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tak peduli apapun harganya.

20 tahun sesudah Yerusalem direbut, “kubah batu” (masjid al shakrah) dirampas oleh sekelompok prajurit biarawan. Yang menyebut diri mereka “ksatria kuil sulaiman” atau disebut juga “kstaria kuil” atau lebih dikenal dengan sebutan “knight templar”. Di Yerusalam para ksatria kuil sangat menyimpang jauh dari praktek ajaran-ajaran kristen. Mereka mempelajari seni-seni rahasia “kabbalah” yang merupakan bentuk kuno ilmu sihir yahudi, bersama upacara dan ritual-ritual gelapnya. Kaum yahudi mempelajari ilmu tersebut dari para penyembah berhala Mesir kuno, selama perbudakan oleh Fir’aun, dan mengembangkanya di Babilonia pada masa Raja Nebukadnazer.
Knight Templar


Pada tahun 1307 raja Perancis saat itu, Raja Philip menangkap para ksatria dengan tuduhan, mengingkari Yesus, homosexual dan penyembah berhala dan ilmu sihir. Pada tahun 1314 Paus Clemet V, mengumumkan bahwa semua ksatria kuil kafir bagi agama kristen dan mengumumkan semua yang mereka miliki disita. Pemimpin mereka Jack the Molay ditangkap dan dibakar hidup-hidup. Para ksatria terpojok dan pada saat mereka terlihat telah berakhir untuk selamanya. Mereka berusaha mencari tempat pelarian. Seberkas harapan cahaya muncul dari kehancuran yang pasti. Mereka menemukan tempat berlindung yang aman, sekaligus sekutu, tapi bukan di Pernacis. Kenyataanya negara yang putus asa dalam perjuangan kemerdekaanya melawan Inggris. Negara Skotlandia.

Bagi sebagain warga Skotlandia harapan telah mati bersamaan dengan matinya William Wallace. Bagaimanapun, bagi raja Skotlandia, Roberth the Bruce yang kedatangan “ksatria kuil” memberikan senjata Baru. Pengalam mereka selama 200 tahun melawan tentara Islam yang kuat telah menjadikan mereka ahli dalam peperangan dan pertempuran dan tandingan yang melebihi tentara manapun yang dihadapi mereka.

Pada tahun 1314 “ksatria kuil bersekutu dengan Roberth the Bruce dan tentaranya. Datang ke lapangan Ballack Burn untuk berperang, yang telah lama dinantikan melawan Inggris. Pengorbanan tentara Roberth the Bruce terbayar. 25.000 tentara Inggris yang kuat, menderita kekalahan yang memalukan melawan 6.500 tentara. Mimpi akan kemerdekaan Skotlandia akhirnya terwujud dan para ksatria kuil telah menyelamatkan mereka dari jurang kehancuran. Dan tidak akan pernah lagi membiarkan diri mereka untuk dihancurkan. Kali ini mereka merasa menguasai negara dengan mengendalikan rajanya. Dan mereka harus melindungi gerakan rahasia mereka,”ksatria kuil harus mati” atau lebih tepatnya “nama” itu harus mati.

Para ksatria templar yang melarikan diri dari Eropa, akhirnya beristirahat di kapel Rosselyn, Skotlandia. Yang masih berdiri hingga saat ini sebagai tanda kehadiran mereka di Britania Raya. Keturunan mereka menjadi penguasa Skotlandia yang sebenarnya. Pada tahun 1603, kematian Ratu Elizabeth meninggal tanpa mempunya pewaris untuk tahtanya dari keturunanya. Berdasarkan silsilah keturunan, Raja James V dari Skotlandia menjadi Raja Inggris. Dengan begitu Skotlandia dan Inggris membentuk satu kerajaan baru dan kekuasaan ksatria kuil terhadap Skotlandia melebar. Memberikan mereka pegangan erat untuk seluruh Britania Raya.

Dalam buku Perang Eropa karya P.K Ojong, yang mengisahkan sejarah peerangan termasuk Perang Dunia I dan Perang Dunia ke II, menyebutkan bahwa saat perancis di permalukan oleh Jerman pada Perang Dunia I, negara yang selalu membantu Perancis adalah Inggris, tidak mengherankan karena darah orang-orang Perancis telah mengalir dalam warga Inggris, pemimpin mereka pun tidak lain keturunan Perancis.
Selama lebih dari 100 tahun para ksatria kuil menyembunyikan aktivitasnya, menghilang ke balik layar sehingga mereka tidak dikenang dan tidak diingat. Bagaimanapun mereka tidak melepaskan cengkraman eratnya terhadap Britania Raya. Setiap waktu mereka merencanakan, bersatu dan menyusup pada posisi-posisi kekuasaan. Disetiap sudut kerajaan. Pada tahun 1717 mereka melakukan kemunculan lagi di Eropa. Mereka telah berkembang dengan jumlah dan kekuatan dan sekarang menggunakan identitas baru, yang bebas dari reputasi mereka. Dan diberikan oleh para raja dan bagsawan Inggris dan nama yang mereka pilih adalah nama yang telah diketauhi banyak orang. Tapi hanya dimengerti oleh sedikit orang. Nama baru ini “The Freemason”.

Para tentara ksatria kuil tersebut setelah berubah menjadi kumpulan Freemason kembali merebut kampung halaman mereka, yaitu Perancis. Di negara yang terkenal dengan menara Eifel ini mereka terus berkembang dan menjadikan mereka sebagai kelompok yang ingin menjadikan dunia menjadi satu komando dan menjadikan tatanan dunia baru “new world order”.  Demikian sejarah hubungan antara Muslim dan warga Perancis yang pernah melakukukan peperangan yang besar dan banyak menewaskan masyarakat muslim, yaitu perang salib. Disamping itu sekelompok orang Perancis yang terbentuk dalam ksatria kuil merupakan cikap bakal terbentuknya Freemason yang sangat memusuhi umat Islam.

Apa yang terjadi di Perancis saat ini yaitu teror yang dilakukan oleh ISIS adalah upaya negara-negara Perancis dan sekutunya untuk memberikan kesan yang buruk terhadap muslim. Propaganda hal itulah yang terus dilakukan agar umat muslim terdesak dan tidak dapat berkutik selain mengikuti apa yang mereka perintahkan. Tujuan mereka yang ingin menguasai dunia dan menjadikan tatanan dunia baru sangat berbeda dengan apa yang diyakini oleh umat muslim. Tidak berbeda denga ribuan tahun yang lalu muslim merupakan musuh terbesar umat yahudi. Propaganda akan terus dilakukan sampai seluruh umat muslim kehilangan identitas mereka. Dan sampai tujuan mereka tercapai.

Faktorlain yang membuat Prancis gencanr melakukan propaganda adalah, Fakta yang lebih menarik keberadaan umat Muslim di Perancis. Banyak imigran yang berdatangan dari berbagai negara Asia dan Afrika ke negara Perancis, karena Perancis adalah salah satu tujuan warga pencari suaka. Jarak yang hanya terpisah laut memudahkan mereka untuk langsung dapat berlabuh ke Perancis. sampin itu banyak negara-negara Afrika yang pernah di jajah oleh Perancis, ketika penjajahan tersebut Perancis mencoba untuk menjadikan negara-negara tersebut termasuk dalam wilayah Perancis. salah satu nya adalah Aljazair. saat menjajah negara ini, Perancis berusaha mengganti bahasa Arab menjadi bahasa Perancis, oleh sebab itu negara-negara imigran Afrika yang datang di negara Perancis tidak akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi. 

Europian Map

          Jika dilihat dalam peta, negara-negara Asia merupakan negara yang berkembang dan Afrika yang penuh konflik. Denga situasi politik dan ekonomi yang membuat warga kurang nyaman, menuntut mereka untuk meninggalkan negara mereka untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Para imigran biasanya datang dari negara Timur Tenggah, Syria, Libya, Aljazair dll, yang pada kenyataanya mayoritas penduduknya adalah muslim. Dengan imigran yang masuk ini apa yang terjadi ? muslim pun terus berkembang di Perancis.

Menurut Harian New York Times pada tahun 2013, jumlah orang Perancis yang pindah agama (ke Islam) di Perancis semakin meningkat setiap tahunnya. Menurut pejabat Kementerian Dalam Negeri Prancis yang menangani masalah isu-isu agama, Bernard Godard mengungkapkan Fenomena meningkatnya umat muslim sangat mengesankan, terutama sejak tahun 2000. Jumlah warga Prancis yang memeluk Islam per tahunnya mencapai 150 juta orang. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat selama 25 tahun terakhir. Jumlah Muslim Prancis diperkirakan enam juta jiwa, sekitar 100 ribu orang di antaranya merupakan mualaf. Jumlahnya memang meningkat. Bandingkan dengan tahun 1986 silam, hanya ada sekitar 50 ribu mualaf. Sementara itu, menurut versi asosiasi Muslim, jumlah mualaf mencapai 200 ribu orang. Asosiasi menyebutkan alasan di balik peningkatan itu ada semacam perubahan besar yang mendorong konversi tersebut. Namun, tidak dijelaskan perubahan besar apa yang dimaksud. Menurut situs yang berbeda, Republika.com Saat ini, jumlah penganut agama Islam di Prancis mencapai tujuh juta jiwa. Dengan jumlah tersebut, Prancis menjadi negara dengan pemeluk Islam terbesar di Eropa. Menyusul kemudian negara Jerman sekitar empat juta jiwa dan Inggris sekitar tiga juta jiwa. Hal ini diperkuat dengan situs time.com yang juga menyebutkan bahwa jumlah muslim di Perancis terbilang paling banyak diantara negara-negara Eropa barat lain.

Dengan pertumbuhan umat muslim yang terus berkembang ini, tentunya ada rasa kekhawatrian sendiri terhadap sekolompok orang yang tidak menginginkan agar Islam tumbuh. Mereka akan melakukan apapun untuk mencegah pertumbuhan umat Islam. Propaganda adalah hal yang mereka lakukan untuk saat ini, sehingga masyarakat pun akan merasakan yang namanya islamphobia, dimana timbul rasa benci terhadap umat muslim. Propaganda yang Perancis lakukan telah berlangsung sejak lama. Dikutip pada buku Ketika Barat Memfitnah Islam karya Dr. Lathifah Ibrahim Khaidar menyebutkan bahwa pada bulan Mei 1995 dalam edisi istimewa majalah newsweek mengkhususkan sejumlah halaman untuk sebuah artikel dengan judul yang terseksan sebagai per-ingatan “Eropa yang Muslim”. Majalah ini meniupkan kecemasan dikalangan orang orang Eropa Barat terhadap kaum muslimin. Artikel ini mempertanyakan masa depan Eropa bersamaan dengan meningkatnya jumlah kaum muslim dan dampak yang ditimbulkanya berupa perubahan cara hidup di Eropa. Pada tahun tersebut jumlah muslim di Perancis terdapat empat juta orang. majalah ini sengaja mengingatkan Eropa tentang perang salib.

Takut. merupakan perasaan yang dirasakan oleh orang-orang Perancis disaat mengetahui perkembangan umat muslim di negaranya. hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor yaitu dari faktor politik, ekonomi dan demografi. dari faktor politik, jika umat muslim tumbuh dan berkembang di Perancis maka akan timbul kekhawatiran umat Islam akan menguasai Perancis dan mengendalikan Perancis, dimulai dari aktivis atau pegawai politik yang lama kelamaan akan merambah menjadi penguasa. jika pemimpinnya muslim maka peraturan yang ditetapkan tidak akan jauh dari aturan-aturan Islam. Hal itulah yang paling ditakuti oleh negara-negara barat. faktor kedua adalah ekonomi, dengan berkembangnya umat muslim di Perancis besar kemungkinan roda penggerak ekonomi adalah masyarakat muslim. hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, contohnya dengan mendirikan organisasi atau komunitas berbasiskan ekonomi mereka dapat menyaingi produk-produk Perancis jika kamunitas dan organisasi tersebut dapat berkembang dengan banyaknya masyarakat muslim, pasti mereka lebih mendukung produk muslim itu sendiri, karena dalam beberapa produk muslim harus menghasilkan produk dengan standarisasi tertentu seperti halalnya produk makanan. selain itu banyak imigran yang datang ke Perancis datang sebagai buruh atau pekerja kasar. buruh yang datang dari daerah Asia dan Afrika akan mematok standar upah yang lebih rendah dari warga Eropa. hal ini  akan meninmbulkan kesenjangan dan dapat meningkatkan pengangguran pada warga Perancis. faktor yang terakhir adalah faktor demografi, dimana para imigran yang datang akan menimbulkan dampak pada masyarakat Perancis sendiri, seperti terjadinya asimilasi dan akulturasi. selain itu masyarakat Perancis dapat terdesak dengan kedatangan para imigran tersebut. faktor-faktor itulah yang membuat Perancis untuk menekan perkembangan  perancis agar tidak berkembang dan terus mendoktrin dengan islamphobia.

Terdapat banyak sekali aksi propaganda yang dilakukan Perancis, dan terus dilakukan sampai saat ini. Jika pada tahun 1995 Perancis sudah melakukan propaganda dengan menerbitkan majalah yang berisikan propaganda umat muslim dan saat itu umat muslim masih sangat minoritas, maka pada tahun 2015 propaganda yang dilaukuna Perancis lebih keras karena menyadari pertumbuhan Muslim yang pesat di negaranya. Dengan melakukan aksi-aksi seperti mengkambing hitamkan ISIS agar islamphobia terus meningkat di Perancis. Sampai kapanpun negara-negara barat tidak menginginkan Islam berkembang dan tumbuh apalagi jika umat Islam terus bertumbuh di negara-negara mereka. Motif aksi teror yang dilakukan perancis adalah propaganda! 

Hal yang lebih meyakinkan penulis bahwa aksi teror Perancis merupakan aksi propaganda adalah dengan begitu cepatnya berita yang meluas, menjadi topik yang banyak di bicarakan baik dari media elektronik maupun media cetak. Faktanya adalah berbagai saluran media merupakan milik barat, mereka bisa dengan bebas menyebar berita ke seluruh penjuru dunia dan disiarkan dalam berbagai bahasa, meyakinkan para pendengar maupun pembaca akan apa yang mereka katakan itu benar dan menarik simpati seluruh dunia. Berbagai negara pun berkabung dan berbela sungkawa atas apa yang terjadi di perancis, mereka sengaja menyalakan lampu gedung-gedung ternama mereka dengan bendera Perancis. Namun ketika peristiwa konflik yang lebih mengenaskan yang melanda negara-negara islam lainya, bahkan di Palestina itu sudah seperti kejahatan genosida atau pemusnahan etnis. Namun kejahatan tersebut tidak banyak di siarkan. bahkan negara-negara barat tetap mengklaim bahwa masyarakat Palestina adalah teroris.

Balai Kota San Fransisko, California, AS.



Puncak Menara WTO

Gedung Opera, Sedney, Australia

Gedung Senat, Mexico City

Tidak sampai situ, negara Barat membantu Perancis untuk menyebarkan Propaganda anti Islam pada seluruh dunia. Selain media cetak dan media elektronik, media yang terbaru adalah media online. Media online sangat digemari dan penyebaranya lebih cepat dan lebih meluas. Salah satu media paling banyak memiliki pengguna aktif adalah facebook, media yang pendirinya orang yahudi ini dengan senang hati membatu negara-negara barat untuk menyebarkan propaganda. Terbukti dengan aplikasi yang langsung dibuat oleh Mark Zukerberk adalah aksi simpati untuk paris, perancis. Dimana para pengguna facebook dapat mengganti foto profil mereka dengan latar bendera Perancis sebagai aksi simpati atas apa yang terjadi. Aplikasi ini memang tidak terlalu terkenal di Indonesia dan jika dilihat tidak banyak orang Indonesia yang mengetahui. Namun, dalam account facebook penulis yang terdapat beberapa teman dari luar Indonesia, banyak menggunakan aplikasi ini. 




                                 


Penulis pun mencoba berdiskusi dengan salah seorang teman yang berasal dari Pakistan, yang kita tahu bahwa Pakistan negara dengan mayoritas muslim. Orang ini menceritakan bahwa banyak orang-orang Pakistan yang mengganti profil picture mereka dengan latar belakang bendera Perancis. Dia juga mengalami keresahan yang sama, mengenai aplikasi yang terlihat aneh tersebut, karena dia berfikir bahwa si pendiri Facebook, Mark Zukerberk membuat aplikasi seperti ini saat Perancis dilanda teror dan menewaskan lebih dari 150 korban. Sedangkan banyak korban teror berjatuhan dan lebih mengenaskan di wilayah timur tenggah dan wilayah Asia lainya. Mereka mengalami teror setiap hari, nyawa mereka dapat terancam sewaktu-waktu. Dan pendiri Facebook tidak membuat aplikasi apapun untuk itu. Dalam menyebarkan propaganda, media sangat bereperan penting, media dapat merubah pola pikir masyarakat hanya dalam hitungan menit bahkan detik! Media merupakan sebuah ancaman yang besar. Selayaknya umat muslim harus jeli menerima informasi. 

Dua hari setelah penyerangan yang dilakukan ISIS di perancis membuat Perancis melakukan serangan balik di Raqqa ibu kota Syiria dimana tempat ISIS melakukan latihan militer. Perancis mengerahkan serangan udara dengan menerbangkan 12 pesawat dan 10 diantaranya adalah pesawat tempur, dan menjatuhkan 10 bom. namun seberapa banyak masyarakat atau[u  tokoh yang membahas masalah tersebut.berbagai media pun seperti bungkam atas apa yang menimpa Syiria setelah Perancis menyerang ibu kotanya.

 Apa yang dilakukan oleh Mark Zukerberk menimbulkan pertanyaan, apakah yang ia lakukan dengan membuat aplikasi facebook seperti itu memiliki tujuan tertentu? jika memang ia peduli terhadap korban teror mengapa hanya membuat aplikasi untuk Perancis, sedangkan banyak negara-negara yang mengalami aksi teror yang lebih kejam dan lebih banyak memakan korban? Sedangkan banyak orang paham bahwa Perancis memiliki moto yaitu liberte, egalite, frtanite “kebebasan, persamaan dan persaudraan” dengan fenomena yang terjadi di Perancis dan apa yang negara ini lakukan terhadap umat muslim, masihkan moto ini relevan?Wallahu A’lamu bish Shawab.

Read more...
separador

pict

pict

pict

pict

Followers

Translate