Pages

clock

calendar


Riasa Rizky. Powered by Blogger.

Total Pageviews

Tuesday, 2 September 2014

Let’s Bring Islam Back




Islam merupakan Agama yang begitu mulia, Agama yang sempurna dan yang terpenting adalah islam adalah satu satu nya agama yang di rahmati Alloh (3:19,85) Islam datang merubah kondisi yang kala itu di sebut dengan jaman jahilliah merubah menjadi kondisi yang membuat manusia lebih baik dan lebih bermatabat dengan seperangkat aturanya (5:50) (48:26) saat awal kedatangan Islam tentu masyarakat saat itu sangat sulit menerimanya karena ajaran islam yang masih asing dan ajaran islam menentang kebiasaan mereka salah satunya adalah menyembah berhala, Islam mengajarkan tauhid tiada rabb selain Alloh yang patut disembah (2:21)


Dengan gigihnya perjuangan nabi Muhammad SAW Islam yang pada awal kedatanganya yang terasing menjadi sebuah peradaban tingkat tinggi, peradaban islam di mulai di kota Mekah dan Madinah dua kota yang merupakan awal titik terbentuknya sebuah peradaban yang akan di kenang,di banggakan oleh umatnya. Islam sangat berperan penting dalam menciptakan peradaban yang luar biasa yang tercipta pada masa zaman Nabi Muhammad SAW. Dan aktor penting di balik itu semua tidak lain ialah Nabi Muhammad sendiri. Nabi Muhammad SAW tidak hanya sebagai Nabi melaikan ia juga memerankan sebagai pengajar, pendidik, pemimpin, pemimpin militer, politikus, reformis, dan lain-lain. Peradaban islam yang gemilang pun tidak berhenti setelah wafatnya nabi Muhammad SAW islam pun semakin berkembang berkat pejuang-pejuang yang gagah dan semangatnya dalam menyebarkan agama terbukti dengan penaklukan-penaklukan berbagai wilayah didunia oleh tentara-tentara Alloh, misalnya penaklukan konstatinopel yang sekarang dikenal dengan Negara Turki, penaklukan Andalusia di Spanyol dan masih banyak lagi. islam bukan lagi melulu soal jazirah arab atau mekah dan madinah islam sudah tersebar di berbagai penjuru dunia hingga Alhamdulillah dengan izin Alloh kita yang berada Indonesia yang jika diukur jarak dari jazirah arab bukan lah jarak yang dekat tetapi kita mampu merasakan kehangatan cahaya islam yang merubah masyarakat menjadi lebih beradab insya alloh. Bahkan musuh islam pun mengakui kehebatan peradaban islam ini berikut sebagian ungkapan mereka tentang islam,


Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu pengetahuan dan peradabannya yang tinggi” (Jacques C. Reister).
“Cukup beralasan jika kita menyatakan bahwa peradaban Eropa tidak dibangun oleh proses regenerasi mereka sendiri. Tanpa dukungan peradaban Islam yang menjadi ‘dinamo’-nya, Barat bukanlah apa-apa” (Montgomery Watt).
“Peradaban berhutang besar pada Islam” (Presiden AS, Barack Obama).

         
Subhanallah jika membaca sejarah peradaban  islam yang begitu luar biasa, yang mampu menaklukan hampir seluruh dunia dengan izin Nya, dalam ilmu pengetahuan  islam sudah lebih maju kala itu dibandingkan dengan Eropa, kala itu nabi Muhammad SAW sudah mengenal sikat gigi atau yang disebut siwak namun bangsa Eropa belum mengenal bagaimana cara hidup bersih contoh nya di Inggris sebelum adanya toilet, masyarakat London membuang air besar dan air kecilnya itu menggunakan pispot. Lalu, isi pispot tersebut dibuang ke parit, semakin padatnya penduduk London maka banyak orang yang tinggal di rumah susun dan hal itu membuat mereka kerepotan jika harus naik turun tangga untuk membuang kotoran. Berawal dari sana, mereka akhirnya membuang isi pispot lewat jendela, selain lingkungan jadi kotor, wabah penyakit pun mulai menyerang masayarakat London, Oleh sebab itu, pada tahun 1371, di London, Inggris, dibuatlah undang-undang yang berisi, “Barang siapa membuang tinja dari jendela harus membayar denda sebesar empat shilling”.  Namun, undang-undang tersebut tetap saja tidak mengubah kebiasaan mereka[1].  Pada tahun 1371 Inggris belum mengenal toilet sedangkan rosul yang hidup puluhan ribu tahun sebelum mereka sudah mengenal siwak. Bukan sampai disitu kegemilangan Islam terdapat banyak sekali tokoh muslim yang begitu berpengaruh terhadap dunia contoh nya Al Buruni Merupakan matematikawan Persia, astronom, fisikawan, sarjana, penulis ensiklopedia, filsuf, pengembara, sejarawan, ahli farmasi dan guru, yang banyak menyumbang kepada bidang matematika, filsafat, obat-obatan. Al Khawarizmi Pengetahuan dan keahliannya bukan hanya dalam bidang syariat tapi di dalam bidang falsafah, logika, aritmatika, geometri, musik, ilmu hitung, sejarah Islam dan kimia.dan masih banyak lagi tokoh islam jenius yang menyumbang pengetahuan dunia.



          Islam memiliki peradaban yang begitu gemilang dengan segudang karyanya, pada masa kejayaanya islam merupakan kekuatan yang besar yang mampu mengetarkan musuhnya jika berhadapan dengan para mujahidin di medan perang, berbagai pertempuran dimenangkan oleh Islam, Namun tidak selamanya kegemilangan Islam dapat bertahan, maka kita sekarang tiba di sebuah zaman yang di sebut dengan akhir zaman dalam sabda nabi, Islam mengalami kemunduran dalam bidang bidang yang telah di kuasai oleh kaum zionis mulai dari Ilmu pengetahuan, Teknologi, Indusri, Politik dan sebagainya jika ditanya apa yang menyebabkan islam yang dahulu pernah berjaya dan sekarang mengalami kemunduran maka jawabnya adalah ini semua merupakan skenario alloh segala yang terjadi sudah ter tulis dalam lauh mahfuzh (6:59) islam akan menang suatu saat nanti insya alloh dan itulah janji alloh namun jika dilihat dari fenomena yang ada sekarang banyak faktor penyebab kekalahan umat islam salah satu nya adalah pecah belah nya umat (30:32), jika ingin melawan musuh umat islam harus bersatu membangun satu komando satu kekuatan bersama sama mengembalikan kejayaan islam dan mencapai tujuan yaitu mentauhidkan alloh pada kenyataan nya sekarang banyak sekali aliran-aliran islam yang bahkan mungkin bertentangan dengan ajaran islam itu sendiri, bahkan ada satu pemikiran yang selalu mengkafirkan umat muslim lain jika ia bukan termasuk dalam golongan mereka ironis ketika umat muslim yang seharusnya bersaudara bahu membahu memerangi kaum kafir yang sesungguhnya malah terpecah belah dan sama sama memerangi kaum muslim pertanyaanya adalah jika demikian terus terjadi kapan kita akan mendapatkan kegemilangan islam yang dahulu apakah cepat akan terjadi atau lambat islam akan menang itu pasti tetapi bukankah alloh tidak akan merubah suatu kaum sebelum mereka mengubahnya keadaan diri mereka sendiri (13:11)

          Jika melihat fenomena konflik yang pernah terjadi begitu banyak korban umat muslim yang menjadi korban kebiadaban musuh islam dari mulai konflik yang pernah terjadi di Bosnia Herzegiovina  tragedy yang di namakan Srebenica ini merupakan tragedy Genosida atau pembersihan etnis kaum muslim banyak sekali menjadi korban atas kekejaman tentara Serbia, pembersihan Etnis bukan juga terjadi di Bosnia Herzegovina tetapi juga pernah di alami oleh umat muslim di India, sekarang konflik yang memilukan dan tak kunjung usai adalah konflik Palestina dan Negara zionis Israel  jutaan liter darah umat muslim yang telah gugur sebagai syuhada dalam mempertahankan diri atas gempuran zionis, konflik kedua Negara tersebut telah terjadi jutaan tahun yang lalu Palestina yang dahulu adalah Negara yang mendominasi di bandingkan dengan isreal sekarang menjadi didominasi oleh Israel peta ini merupakan bukti bahwa isreal menginginkan berkuasa dan ingin menghapuskan Negara palestina dari peta.


      negeri Zionis merebut teritorial Negara Palestina dengan Geopolitk dan Geomiliter nya yang pada kenyataanya palestina tertinggal dalam urusan tersebut namun ketidak seimbangan kekutan tersebut tidak mengentarkan para mujahid palestina mereka tetap berjuang hingga syuhada. Pada masa kegemilangan Islam negeri Palestina pernah di bebaskan oleh dua tentara alloh yang begitu fenomenal yaitu di mulai dari masa pemerintahan khalifah Umar bin Khattab, beliau pernah menguasai wilayah Palestina setelah beliau wafat negeri Palestina di rebut lagi oleh musuh Alloh, pada tahun 1187 Salahudin Al ayubi memenangkan palestina dari serdadu perang salib namun setelah Salahudin Al ayubi wafat kembali Palestina jatuh ke tangan musuh sampai sekarang belum ada yang mampu membebaskan cengkraman Zionis tersebut.

          Jika ingin mengembalikan kejayaan Islam yang pernah terjadi pada masa lalu hendaknya umat muslim tetap berpegang teguh pada tali agama Alloh dan tidak bercerai berai dan mengerahkan apa saja kekuatan kita untuk memerangi mush Alloh (3:103) (8:60)

          Lalu jika demikian adanya apa hendaknya yang umat muslim lakukan sekarang ini, kekuatan apa yang umat muslim punyai agar dapat memenangkan yang haq ?

          Andaikata kita selaku umat muslim ingin memerangi dunia atau Barat melalui berbagai Universitas, Ekonomi, Politik, Tekhnologi dan lain sebaigainya, besar dugaan kita akan gagal, sebab sekarang ini Barat sudah berada didalam kemajuan yang meningkat terus menerus sejak empat abad yang lalu. Ketika kita akan mencapai sebagaimana apa yang telah dicapai Barat sekarang ini, Barat sudah akan memasuki abad yang telah dinamakan dengan “Abad Supra Tekhnologi” jika kita memperhatikan segala tekhnologi yang dihasilkan oleh Negara super power saat ini mereka memang sudah maju dari pada Negara negra islam, Negara islam yang maju contohnya adalah Arab Saudi memang mereka secara ekonomi sangat kuat namun tekhnologi seperti alutsista atau peralatan tempur Arab Saudi melakukan ToT dengan US ToT merupakan transfer of tekhnologi atau pembelian peralatan, sebetulnya Negara-negara islam juga dapat membuat sendiri peralatan yang hebat namun sekarang Barat merupakan Negara super power yang belum tertandingi oleh Negara-negara Islam. Demikianlah fenomena yang terjadi saat ini lalu cara yang paling akurat untuk memunculkan kaum muslimin ke permukaan dunia ini adalah Dakwah menyampaikan kebenaran kalimatullah, saat ini dakwah adalah strategi jitu yang bisa kita jalankan umat muslim tidak memerlukan cara lain untuk menaklukan kekuatan Persia dan Romawi ( Negara-negara super power zaman Islam, namun sekaran Russia dan Amerika Serikat) akan tetapi jika dakwah terus umat muslim jalankan maka justru seluruh slogarde kekuatan itu akan menyerah dengan sendirinya kepada Da’I-Da’I yang berkwalitas dan hebat tentunya, cara  yang dilakukan oleh Barat untuk menaklukan penaklukan dengan besi, baja, titanium, uranium   tetapi cara Islam dengan jalan Dakwah ini adalah menaklukan manusianya, semua besi dan baja yang mereka gunakan akan takluk dan lumpuh ketika pemiliknya menyerah. Jadi kita tidak perlu menaklukan benda-benda dan materi setelah kita dapat menaklukan hati-hati manusianya pemiliknya. Kekuatan seorang muslim sebenarnya sangat dituntut dalam agama Islam yang sempurna ini, andaikata kaum muslimin bangkit bersama mengajak umat Islam menuju ke jalan Alloh SWT, maka seluruh dunia akan menyerah. Kondisi Islam saat ini menginginkan penciptaan  kondisi yang mendukung pelaksanaa agama Alloh SWT. Sedangkan Negara non muslim berusaha menciptakankondisi-kondisi untuk kepentingan Barat dengan tumpukan Dollar, tujuan yang diinginklan oleh umat Islam sebenarnya mustahil dicapai tanpa dengan jalan Dakwah. Barat menaklukan Negara Negara kecil untuk memenuhi napsu nya belaka, itulah beda nya peperangan yang dilakukan oleh mujahid islam dan musuh Alloh jika mujahid islam berperang dijalan Alloh sedangkan Barat berperang di jalan thogut (4:74).

          Jika dilihat sejarah Negara-negara yang dahulu nya kecil dan lemah dan sekarang dapat bangkit dan terus berkembang bahkan menjadi Negara Super Power tak lain adalah niat dan strategi yang mereka terapkan, berikut adalah contoh contoh Negara atau komunitas yang kecil dan lemah dan seiring berjalanya waktu menjadi sesuatu yang menakjubkan dan sangat berpengaruh terhadap Dunia.

          Saat perang dunia II Negara jepang yang kala itu di lumpuhkan oleh Bom Atom Amerika Serika di dua Kota penting yaitu Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945 mengalami kehancuran total, tentara AS menduduki Okinawa selama bertahun tahun tentara tidak mau pergi dan Jepang merasa harga dirinya rendah sekali jika ada tentara Negara lain yang menduduki atau mengambil alih salah satu wilayah nya namun Jepang sadar ia tidak mampu mengusir mereka dari wilayah itu dengan kekuatan yang mereka punyai tentara AS pun tetap menduduki Okinawa selama bertahun tauhun, akhirnya Jepang ingin bangkit dari keterpurukan maka mereka mengirim guru-guru yang masih ada keluar negeri untuk melakukan pendidikan mereka sangat mementingkan tenaga pendidik bahkan Jepang memberikan gaji guru setingkat mentri, akhirnya setelah 20 th Jepang mampu bangkit dan jepang menjadi Negara yang kaya dan mempunyain Tekhnologi yang luar biasa dan dengan itu Jepang mampu mengusir tentara AS di Okinawa.

          Bangsa Yahudi sebenarnya hanya 3% saja dari sekitar 200jt penduduk US kala itu. Jelas mereka tidak mampu mendirikan pemerintahan sendiri. Yahudi memanfaatkan bidang ekonomi karena mereka mahir dalam bidang tersebut mereka dapat menguasai Pers lalu TV, dan mencurahkan perhatian penuh kepada generasi-generasi penerus dengan melalui pendidikan sehingga jika US membutuhkan ahli, insinyur, Guru besar, pengacara dll mereka akan tampil di hadapan US, sekarang US di penuhi atau dapat di katakana sebagai kumpulan orang-orang yahudi yang sukses, tatanan pemerintahan US pun banyak di pegang oleh kaum yahudi. Kaum yang terdahulu hanya 3% menjadi 30% bahkan dapat menarik 3000 orang US dalam agama mereka setiap tahunya.

          Cina atau tiongkok dahulu merupakan Negara pembangunan, mereka selalu impor barang-barang kebutuhan, lalu tiongkok memutuskan untuk menghasilkan produk mereka sendiri dan tidak ingin mengantungkan diri kepada produk Negara lain apapun itu mereka usahakan untuk mengolah menggunakan kerja keras dan pikiran mereka. Tiongkok memutuskan pembangunan itu harus dengan tangan rakyatnya dan hidup sesederhana mungkin selama bertahun tahun tiongkok hidup dalam kesederhanaan yang terus melatih dan membuat mereka terpacu untuk membuat produk yang baik, akhirnya setelah kurang lebih 20 tahun menjalani kehidupan seperti itu kita dapat lihat hasilnya sekarang, tiongkok merupakan Negara yang ditakuti oleh Barat, produk produk yang kita gunakan kebanyakan made in China, ia dapat meniru tekhnologi manapun dengan harga terjangkau, begitu luar biasanya perkembangan dan kemajuan tiongkok.

          Keberhasilan Yahudi, Jepang dan Tiongkok merupakan contoh yang dapat dijadika inspirasi. mereka lakukan dengan pengorbanan dan mereka mempunyai strategi tersendiri untuk dapat bangkit menjadi Negara yang kuat, mereka mengerti betul apa yang harus dilakukan untuk bangkit dan menyeimbangkan kekuatan mereka dengan Negara-negara Kuat yaitu di saat mereka kalah dalam berbagai macam bidang mereka bukan melawan Negara kuat dengan Kekuatan tetapi melalui pendidikan dan memperhatikan generasi penerus. Sebagai umat muslim kita dapat pula mencontoh strategi mereka untuk bangkit selama strategi mereka tidak menyimpang dengan Syariat Agama, jepang dan yahudi memeperhatikan generasi penerus mereka melalu pendidikan, umat islam hendaknya mampu memperhatikan generasi penerus dengan pendidikan pula melalui Dakwah insya alloh generasi penerus dapat dibina menjadi generasi yang berkwalitas, dan cara tiongkok adalah dengan tidak mengimpor barang-barang asing, umat islam pun juga tidak perlu mengimpor ideologi untuk membangun suatu tata kenegaraan contoh nyata nya adalah Demokrasi yang sudah tertanam di Indonesia selama bertahun tahun, padahal Demokrasi merupakan system kufur yang bertentangan dengan Agama Islam.

 Sayyid Quthb mengatakan hal yang senada yaitu dalam bidang Ekonomi seseorang tidak boleh memaksakan diri berhutang sebelum ia meninjau terlebih dahulu kekayaan yang dimilikinya, masih cukupkah atau memang sudah tidak mencukupi. Demikian pula dengan Negara, suatu Negara tidak boleh mengimpor barang dari Negara lain sebelum ia meninjau kekayaan yang dimilikinya, dan juga kemampuan yang ada padanya .. bercermin dari Hal ini, kita bisa bertanya “Tidakkah kekayaan Jiwa, kekayaan Pemikiran, dan kekayaan hati itu bsa dibangun, Bagaimana dengan kekayaan Material yang ada pada diri Manusia? Pasti dapat! apalagi kita yang berada di Negara-negara Islam kekayaan dan modal semangat serta konsep kita belum akan ambruk selama kita tidak berfikir untuk mengimpor prinsip-prinsip serta ideologi, serta meminjam system dan aturan dari Negara-negara di balik awan dan sebrang lautan”[2].

Umat muslim banyak yang merindukan masa-masa kejayaan Islam yang dulu pernah tertulis dalam sejarah, tidak ada kata terlambat untuk memulai tidak ada kata terlambat untuk bertindak, kita tidak perlu mengangkat senjata api untuk saat ini dakwah adalah senjata kita saat ini  Jangan pernah berharap akan datang pahlawan yang akan menyelesaikan amanah dakwah ini, ia tidak akan pernah datang, karena sesungguhnya ia ada disini, dalam setiap diri kita, ia hanya butuh ikrar untuk menjemput takdir kepahlawanannya, ikrar akan sebuah komitmen untuk istiqomah, tekun, ulet dan doa serta penghambaan totalitas. Optimislah, karena sesungguhnya Allah selalu bersama kita, para malaikat senantiasa memohonkan ampunan untuk kita dan surga telah menanti insya alloh.

So..LET’S BRING ISLAM BACK we miss Islam when we rise up we want it back I know we can make it happen because Alloh is always with us Alloh will never leave us alone the khilafah will back on the map soon we will win together we are strong, the mujahid will never get loss every sweat will be pearl their tears will be reward exauted as a reward and the dead got the jannah insya alloh, there is  thousand of reasons to stop but only one reason to come back and go ahead there is thousand of reasons to go out but only one reason to stay there is thousand of reasons to giving up but only one reason to keep fighting there is thousand of reasons to angry but only one reason to be patience there is thousand of reason to go away but only one reason to faith. And I hope the only reason is you, illahi Rabbi  let’s BRING ISLAM BACK !.




[1] www.Djamandoeloe.com
[2] Sayyid quthb, keadilan sosial dalam Islam,(Bandung:Pustaka,1984),hlm. 1.
Read more...
separador

Thursday, 19 June 2014

Feminisme Dalam Kaca Mata Islam




 Dalam kesempatan kali ini penulis akan mengkritisi sebuah pemikiran, jika dilihat dalam kaca mata agama Islam, pemikiran ini begitu popular khususnya dikalangan wanita, pemikiran tersebut adalah Feminisme. Sebelum kita membahas pemikiran Feminsme dalam Islam hendaknya kita mengetahui apa yang di maksud oleh pemikiran ini.

Feminisme (tokohnya disebut Feminis) adalah sebuah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi atau kesamaan dan keadilan hak dengan pria. Feminisme berasal dari bahasa Latin, femina atau perempuan. Istilah ini mulai digunakan pada tahun 1890-an, mengacu pada teori kesetaraan laki-laki dan perempuan serta pergerakan untuk memperoleh hak-hak perempuan. Sekarang ini kepustakaan internasional mendefinisikannya sebagai pembedaan terhadap hak hak perempuan yang didasarkan pada kesetaraan perempuan dan laki laki.[1]



Terdapat beberapa aliran Feminisme diantaranya, Feminisme Liberal ialah terdapat pandangan untuk menempatkan perempuan yang memiliki kebebasan secara penuh dan individual. Aliran ini menyatakan bahwa kebebasan dan kesamaan berakar pada rasionalitas dan pemisahan antara dunia privat dan publik, lalu Feminisme Radikal melawan kekerasan seksual dan industri pornografi. Pemahaman penindasan laki-laki terhadap perempuan adalah satu fakta dalam sistem masyarakat yang sekarang ada. Dan gerakan ini adalah sesuai namanya yang "radikal", Feminisme Post Modern Mereka berpendapat bahwa gender tidak bermakna identitas atau struktur sosial, Feminism Anarkisme lebih bersifat sebagai suatu paham politik yang mencita-citakan masyarakat sosialis dan menganggap negara dan sistem patriaki-dominasi lelaki adalah sumber permasalahan yang sesegera mungkin harus dihancurkan, Feminisme Marxis aliran ini memandang masalah perempuan dalam kerangka kritik Kapitalisme dan masih terdapat beberapa aliran Feminism yang lain yang intinya adalah memperjuangkan persamaan antara wanita dan kaum pria.[2]



Gelombang Feminisme di Amerika Serikat mulai lebih keras bergaung pada era perubahan dengan terbitnya buku The Feminine Mystique yang ditulis oleh Betty Friedan pada tahun 1963. “The Feminine Mystique“. Buku yang menjadi rujukan kaum Feminis ini menggambarkan peranan wanita dalam masyarakat Industri. Di situ, Friedan mengkritik habis peran ibu rumah tangga penuh waktu yang baginya sangat mengekang dan jauh dari penghargaan terhadap hak wanita. The Feminine Mystique berubah menjadi “kitab suci” bagi kaum wanita dan ia digadang-gadang sebagai pencetus Feminisme gelombang kedua setelah ombaknya pernah menyapu dunia abad 18.



Begitu besar pengaruh Feminisme ini terhadap wanita wanita di seluruh dunia bahkan kaum muslimin sekalipun, masalah wanita yang tejadi di Barat bukan diselesaikan melalui aturan agama melainkan melalui aturan yang dibuat oleh manusia sendiri yang notabene mengedepakan napsu atau kepentingan suatu golangan atau kelompok tertentu.

      Islam dengan seperangkat aturannya yang sempurna telah berhasil mengangkat derajat perempuan. Islam menfungsikan wanita sebagai pendidik yang luar biasa yang bisa menghasilkan generasi penerus yang unggul. Cerita Sumayyah binti Khubbath, mujahidah pertama dalam Islam, menjadi buktinya. Ada juga ‘Aisyah yang menghafal begitu banyak hadits dan menjadi perawi hadits yang terkenal. Dan Nusaibah binti Ka’ab, perempuan yang dengan berani ikut melindungi Rasululloh SAW dalam perang Uhud dan berhasil mengantarkan anak-anaknya menjadi para syuhada dan masih banyak cerita wanita islam lainya yang menginspirasi dan bukan digambarkan dengan wanita yang tertindas, islam sekalipun tidak mengajarkan penindasan wanita, syariah islam yang ada pun menempatkan wanita sesuai kedudukanya dan mengerti betul bagaimana faktor biologis yang memandang memang pria dan wanita tidak dapat disamakan.

 Seperti dalam surat an nisa ayat 34

“laki-laki itu adalah pemimpin atas perempuan dengan sebab apa ayng telah Allah lebihkan sebagian kalian atas sebagian yang lain dan denag sebab apa-apa yang mereka infaqkan dari harta-harta mereka. Maka wanita-wanita yang shalihah adalah  yang qanitah (ahli ibadah), yang menjaga (kehormatannya) taatkala suami tidka ada dengan sebab Alalh telah menjaganya. Adapun wanita-wanita yang kalian kawatirkan akan ketidaktaatannya maka nasihatilah mereka, dan tinggalkanlah di tempat-tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Akan tetapi jika mereka sudah mentaati kalian maka janganlah kalian mencari-cari jalan (untuk menyakiti) mereka, sesungguhnya Allah itu Mahatinggi Mahabesar”.

pandangan yang salah terhadap ayat ini membuat sebagian orang jahil lalu mengolok olok Islam dan menyebut Islam menentang hak-hak Perempuan, padahal yang mereka saksikan adalah penerapan yang buruk yang bersumber dari ketidak mengertian mereka, Ironis ketika seseorang yang tidak pernah belajar Islam lalu berbicara mengenai Islam. Padahal jika dilihat ayat tersebut mengungkapkan bahwa pria mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap keluarga dan termasuk istrinya, jika istri tersebut tidak mentaati perintah Alloh maka suami berhak memberikan teguran secara syari, anjuran ini pun untuk kebaikan wanita tersebut, islam mengajarkan apa yang umat butuhkan bukan apa yang umat inginkan.




Namun seiring berjalanya waktu dan tibalah kita dimana dalam hadits Rasululloh yang sebut akhir zaman, perlahan, identitas muslimah mulai terkikis. Tidak sedikit muslimah yang malu terhadap kemuslimahannya. Tergantikan oleh paham Barat yang dianggap “modern” sedangkan Faham Islam sudah kuno dan kaku. Terbius oleh godaan Feminisme yang menjanjikan kesetaraan gender dan kebebasan hak perempuan tak terbatas, dimana wanita mempunyai hak untuk berekspresi dan tidak mau diatur dengan hukum yang ditentukan. Dimulai dari gaya hidup, tata cara berpakaian, cara mereka berfikir pun sudah di racuni oleh faham kufur tersebut.




Salah satu kekuatan barat untuk menyebarkan pemikiran mereka adalah melalui Media, media begitu berpengaruh dalam dunia Internasional Peran media Barat berhasil menciptakan profil muslimah yang seolah tertindas dan terkungkung oleh jilbab dan tembok rumahnya. Aturan mengenai poligami, menutup aurat, warisan, dll, sering dijadikan alasan yang menguatkan bahwa perempuan Muslim memiliki nasib yang demikian mengenaskan. Mereka hanya melihat muslim dari kaca mata yang begitu buram, menyimpulkan sesuatu tanpa mempelajari lebih dalam apa itu aturan Islam dan untuk apa aturan itu diterapkan.

Alloh SWT berfirman dalam surat An-Nisa, 4: 124 bahwa laki-laki dan perempuan akan diberikan balasan untuk amal-amal salehnya.

”Barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita, sedangkan ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.” (QS. Annisa [4]: 124).

Surah Al Ahzab: 35

Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah,  Allah telah menyediakan untuk mereka  ampunan dan pahala yang besar.”

Dari ayat di atas jelaslah bahwa manusia tidak dibedakan atas jenis kelaminnya. Laki-laki atau perempuan akan Alloh beri balasan selama dia mengerjakan amal-amal saleh. Para Feminis bertujuan melepaskan diri dari kungkungan struktur sosial yang mereka fikir berpusat hanya pada laki-laki, dimana laki-laki mendominasi kehidupan dan keputusan. Yang terjadi malah perempuan terjebak dalam kungkungan baru yang diberinama “Kapitalis”. Yang disebut perempuan adalah yang memiliki wajah cantik dan tubuh yang seksi. Sehingga perempuan berbondong-bondong membeli produk kecantikan instant dari Barat. Yang disebut perempuan sukses adalah perempuan yang bisa mandiri tidak tergantung dengan laki-laki, memiliki penghasilan sendiri dan tidak berkeluarga. Sehingga perempuan berbondong-bondong meninggalkan fitrahnya dalam keluarga, hingga hancurlah generasi penerus Islam.



Kita sudah membicarakan seorang wanita yang begitu berpengaruh terhadap Gelombang Feminisme di Amerika Serikat, gelombang tersebut mulai lebih keras bergaung pada era perubahan dengan terbitnya buku The Feminine Mystique yang ditulis oleh Betty Friedan pada tahun 1963. Buku ini ternyata berdampak luas. Lalu siapa aktivis wanita tersebut ? siapa sebenarnya Betty Friedan yang mampu membuat perubahan dan begitu berpengaruh terhadap pemikiran Feminisme ini ?

Betty Friedan sendiri terlahir dengan nama Betty Naomi Goldstein pada tanggal 4 Februari tahun 1921. Pada giliranya Friedan berkembang menjadi seorang aktivis Feminis Yahudi Amerika kenamaan pada durasi 1960-an. Freidan merupakan aktivis wanita yang beragama Yahudi tidaklah mengherankan bahwa yang mengkobarkan paham Feminisme adalah soerang Yahudi. Pastilah umat Islam yang paham akan mengetahui bahwa Yahudi adalah musuh terbesar umat Muslim, meraka akan melakukan segala cara untuk melumpuhkan umat islam, membuat identitas muslim terkikis dan mengantikan dengan identitas mereka.



Jika dilihat lebih teliti bahwa wanita merupakan pemegang kepentingan yang begitu kuat dalam mengurus masalah rumah tangga, wanita merupakan sosok yang sangat berperan dalam mendidik, mengurus, merawat anak anaknya yaitu generasi penerus Islam, Barat begitu mengerti benar bagaimana cara memperdaya umat Islam melalui berbagai sendi-sendi yang vital, wanita yang telah teracuni oleh pemikiran Barat akan memiliki dampak yang besar bagi anak anaknya maka anak yang diasuhnya memiliki pemikiran yang tidak jauh dari ibu nya yang merupakan guru utama mereka, mereka mendidik anaknya pada jalan yang salah dan tidak sesuai dengan aturan Islam, yang akan memandang Islam adalah sesuatu yang menurut mereka kuno dan berkiblat kepada Barat yang modern, apakah generasi Islam yang demikian yang kita inginkan ? begitulah salah satu strategi barat untuk melemahkan kekuatan islam melalui generasi islam. Padahal generasi islam memiliki peranan penting dalam memegang tongkat estafet dari generasi sebelumya, jika generasi baru terseut sudah ditanamkan oleh racun yang begitu bahaya semenjak dari kecil maka akan memiliki dampak yang begitu dahsyat dalam perdaban umat islam.



 Jika demikian adanya, kita berhak bertanya. Apakah gerakan penerus utaman gender benar-benar untuk membela kepentingan wanita sesuai aspirasi dan kodratnya? Ataukah hanya sekedar untuk memenuhi tuntutan tren kultural dan ideologis dunia yang kini dibawah hegemoni Barat? Pendek kata apakah wanita benar-benar memerlukan kesetaraan? Bagi Muslim apa yang salah pada gerakan ini? Salahnya ketika merubah konstruk sosial, agama tidak diperdulikan. Wallahu’alam bi shawab.
Read more...
separador

Monday, 9 June 2014

Menganalisa perang khandak “kejutan parit raksasa”



Kata jihad merupakan sebuah kajian kata yang popular dalam politik islam. Ayat ayat jihad dalam konteks perjuangan ditemukan sebanyak 28 ayat, terletak dalam beberapa surah al Quran diantara nya al Baqarah: 218, Ali Imran: 142, an Nisa: 95, al maidaah: 35,54, al Anfal:71,74,75, at taubah: 16,19,20,24,41,44,73,81,86,88, an Nahl: 110, al Hajj: 78, al Hujarat: 15, al Mumtahanah: 1, ash shaff: 11, dan at: tahrim 9.

 Jihad dalam rangka menegakkan hukum allah diikuti dengan kata fi sabillilah, inilah yang membedakan peperangan islam dengan peperangan yang lainya yang jika peperangan fi sabillilah murni karena perintah dan ketaatan kepada allah sedangan peperangan yang lainya hanya didasari oleh kepentingan suatu golongan dan napsu semata. Allah menerangkanya dalam

 surat an nisa 76

Orang-orang yang beriman, berperang pada jalan Allah dan orang-orang yang kafir pula berperang pada jalan Taghut (Syaitan). Oleh sebab itu, perangilah kamu akan pengikut-pengikut Syaitan itu, kerana sesungguhnya tipu daya Syaitan itu adalah lemah”.

          jika dilihat dari makna jihad dalam al quran maka jihad merupakan sesuatu yang penting dan keharusan yang dilakukan oleh setiap umat muslim, allah pun membedakan orang orang yang mau berjihad dan tidak berjihad dalam

 surat an nisa ayat 95-96

“ Tidaklah sama keadaan orang-orang yang duduk (tidak turut berperang) dari kalangan orang-orang yang beriman - selain daripada orang-orang yang ada keuzuran - dengan orang-orang yang berjihad (berjuang) pada jalan Allah (untuk membela Islam) dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjuang dengan harta benda dan jiwa mereka atas orang-orang yang tinggal duduk (tidak turut berperang kerana uzur) dengan kelebihan satu darjat. Dan tiap-tiap satu (dari dua golongan itu) Allah menjanjikan dengan balasan yang baik (Syurga), dan Allah melebihkan orang-orang yang berjuang atas orang-orang yang tinggal duduk (tidak turut berperang dan tidak ada sesuatu uzur) dengan pahala yang amat besar. (yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


          jihad pun tidak melulu harus mengikuti peperangan, jihad juga dapat dilakukan melalui harta dan jiwa seorang muslim,  dan muslim yang melakukan jihad yang demikian memperoleh kebaikan dan keberuntungan.

surat at taubah 88

Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”


          saat masa rasulullah saw jihad yang mulia adalah jihad melalui peperangan karena pada masa tersebut islam disebarkan melalui jihad tersebut, maka rosul saw pun mengikuti lebih dari 70 peperangan saat itu. Ada sebuah kisah tentang sesorang yang bertanya kepada rosulullah saw tentang amal yang sebanding dengan berjihad, ”tunjukan kepadaku amalan yang sebanding dengan berjihad”rasulullah saw menjawab ”aku tidak menemukanya!” kemudian rasulullah saw bertanya kepada orang tersebut, “apakah kamu mampu masuk masjid mu untuk sholat tanpa henti dan berpuasa tanpa berbuka ketika para mujahid ke medan perang?”orang tersebut menjawab “siapakah yang mampu melakukan itu”



          Salah satu perang yang diikuti oleh rosulullah saw adalah perang khandak. Sepanjang rentang waktu antara tahun 3H (perang uhud) sampai terjadinya perang khandak di bulan syawal 5, kaum muslimin telah berhasil membangun prestise dan citra mereka sebagai kekuatan yang disegani dan sulit ditaklukan. Baik didalam maupun diluar negeri madinah. Usai perang uhud, madinah berhasil menertibkan tatanan pemerintahan. Kendati kekuasaan berada penuh ditangan kaum muslimin, menyusul diusirnya orang orang bani nadhir dari madinah, atas persekongkolan keji mereka untuk membunuh rosulullah saw.


          Dalam perang khandak ini umat ,muslim mendapatkan kemenangan walaupun jika dilihat dari jumlah pasukan atau tentara sangat jauh berbeda yaitu sekitar 10.000 tentara kafir yaitu koalisi dari umat Yahudi Bani Nadhir dan kekuatan lain di Jazirah Arab, akhirnya saat itu terbentuklah sebuah pasukan aliansi antar golongan (al-Ahzab) terbesar yang belum pernah terjadi sebelumnya, pasukan yang ambil bagian dalam perang tersebut antar lain, pasukan Quraisy, pasukan Ghathafan, pasukan dari Najd ditambah lagi, Yahudi Bani Qhuraizah, pasukan Qhuraizah tersebut memutuskan perjanjian damai dengan kaum muslimin, sedangkan dari pihak muslim hanya terdapat 3000 pasukan


          Dalam perang khandak ini umat muslim mendapatkan kemenangan yang gemilang, tentu dalam kemenangan tersebut terdapat beberapa faktor yang sangat berpengaruh, lalu apa faktor-faktor yang menyebabkan kemangan yang diraih oleh umat muslim ini ? faktor tersebut dapat diihat dari kepemimpinan atau panglima perang, doktrin militer, alasan moral, medan tempur dan yang terakhir cuaca atau iklim saat peperangan berlangsung.




          Tidak ada yang meragukan rosulullah saw dalam memimpin peperangan beliau lah panglima perang terbaik sepanjang masa, kecerdikan, kebijaksanaan, keberanian, kepercayaan diri rasulullah saw dalam perang khandak membuahkan hasil yang gemilang, dalam perang khandak rosulullah memperlihatkan taktik jitu, beliau memanfaatkan sahabat Nu’aim bin Mas’ud, seorang muallaf dari Ghathafan yang keislamanya belum diketahui oleh kaumnya untuk memecah belah pasukan Al Ahzab dari dalam. Beliau perintahkan Nu’aim masuk ke pasukan musuh untuk menimbulkan rasa saling tidak percaya diantara tiga kelompok yang bersekutu, Di tengah pengepungan yang tidak menentu, pasukan Ahzab mulai bimbang dan meragukan komitmen satu sama lain. Nu’am berhasil memperdaya ketiga golongan. Sementara pihak Quraisy dengan Ghathafan, Yahudi bani Quraizhah berhasil ditekan agar tidak menyerang kaum muslimin dari belakang, demikian lah perang adalah tipu daya. Saat penghianatan yang dilakuakan oleh Bani Quraizhah terhadap perjanjian kaum muslimin, rasulullah saw mengirim pasukan untuk mengecek informasi ini. Ternyata saat kebeneran itu diketahui rosul saw sebagai pemimpin yang bijak berusaha membendung informasi ini agar tidak sampai ke telinga pasukan yang akan mengakibatkan jatuh nya moril juang.





          Doktrin militer yang diberikan adalah doktrin militer islam, yaitu peperangan yang dilakukan semata karena allah, di dalam al Quran banyak sekali ayat ayat doktrin militer yang menyebabkan para pasukan muslim sangat gigih bertempur, tidak takut mati, dan syahid, mereka sangat yakin kewajiban jihad akan memperoleh pahala yang begitu besar, para mujahid yakin akan mati syahid jika mereka terbunuh didalam pertempuran, para mujahid beriman kepada hari pembalasan bahkan mereka bersedia berangkat berjihad baik dalam keadaan ringan maupun berat sebagaimana allah perintahkan kepada mereka, demi mentaati perintahnya semua ini karena mereka yakin akan bertemu dengan Nya, yakin akan pembalasan Nya dan demi mengharapkan Ridho Nya.




 
          Alasan moral kaum muslim sangat kuat saat itu yaitu keyakinan muslimin yang dapat memenangkan peperangan tersebut setiap muslim diajarkan untuk selalu optimis dalam segala hal tidak diajarkan untuk pesimis dan menyerah begitu saja, walaupun pasukan muslim hanya berjumlah 3000 dan pasukan Ahzab berjumlah 10.000 tidak mengentarkan pasukan untuk menyerah dan mundur kepentingan mereka adalah tersebarnya islam, memenangkan hujjah allah, moral yang dibangun umat muslim saat itu merupakan moral yang luar biasa, di barengi dengan keimanan dan rasa taat kepada allah. alasan moral inilah lahir karena adanya doktrin militer.


          Faktor pemenang perang selanjutnya adalah medan tempur, lokasi yang menjadi titik konsentrasi kedua pasukan berseturu memang berada di sebelah utara kota madinah, secara geografis daerah ini merupakan area terbuka dan satu satunya celah yang sangat memungkinkan untuk melancarkan serangan secara maksimal atas madinah, sedangkan dari arah lain sangat kecil kemungkinanya, perkebunan korma yang cukup lebat, tanah tanah kasar berbatu dan sebentang daerah berbukit dibagian selatan kota, sehingga sulit ditembus. Melihat kondisi geografis yang demikian, Salman al-Farisi mengusukan menggali parit di selatan kota. Sebuah parit raksasa membentang menghentikan laju pasukan Ahzab. Kuda kuda mereka tidak mampu melewati ‘Benteng’ tersebut, kalau pasukan mereka nekat turun hujan anak panah dari pasukian muslimin akan mengenai mereka, sungguh luar biasa strategi yang digunakan oleh pasukan muslimin memanfaat kan medan tempur yang ada, peperangan tanpa strategi dan taktik merupakan omong kosong belaka. Strategi parit ini merupakan pertama kalinya yang digunakan oleh paukan muslim untuk defensive. Memang secara penggalian parit ini tidak langsung mengetarkan pasukan al ahzab namum menjadi salah satu faktor kejutan yang diberikan pasukan muslim untuk memukul mundur pasuka al Ahzab.




          Dan faktor penentu kemenangan terakhir adalah iklim dan cuaca, ketika pasukan Ahzab mulai goyah karena kejutan parit kaum muslimin dan dari pasukan internal yang sudah dipecah belah karena Nu’aim yang membuat ketiga kelompiok bersekutu tidak saling percaya sama lain, pasukan Ahzab pun mulai putus asa dengan pengepungan yang panjang yang hamper memakan satu bulan tanpa hasil berarti, Allah mengirimkan pasukan berupa angin taufan yang memporak porandakan mereka, pasuka Quraisy mulai menarik diri tanpa sepengetahuan pasukan Ghathafan, setelah tau hal itu, akhirnya Ghathafan pun menarik pasukan mereka bersamaan dengan persiapan mundur Quraisy, demikianlah cuaca berpengaruh terhadap peperangan, apalagi jika seandanya pasukan yang bertempur dari daerah berbeda contoh nya pasukan Romawi dan Arab yang setiap Negara memiliki kondisi cuaca dan iklim yang berbeda, pasukan pun harus beradaptasi dengan lingkungan medan tempur terlebih dahulu.




          Saat pasukan menarik mundur rasulullah saw pun mengirim Hudzhaifah dalam misi spionase di malam yang dingin untuk memastikan kondisi mereka, ini salah satu bukti rasulullah saw memang benar benar menghitung berbagai kemungkinan dengan tidak mengabaikan segala aspek perang.


          Setelah perang khandak, pasukan kafir tidak lagi mampu menghimpun kekuatan yang lebih besar lagi dari itu. Kaum muslimin telah berpindah dari fase defensive menuju fase ofensif, rasulullah saw bersabda “sekarang, kitalah yang menyerang mereka dan mereka tidak akan menyerang kita. Kita yang akan mengunjungi mereka”(al-Bukhari) maka pasukan muslim pun mengambil inisiatif penyerangan kesuluruh jazirah arab sampai bendera islam berkibar diseluruh penjuru mengungguli bendera bendera jahiliah.



          Demikianlah faktor faktor yang mempengaruhi kemenangan umat muslim dalam perang khandak, walaupun jumlah pasukan yang tidak berimbang, dengan faktor tersebut umat muslim dapat memukul mundur pasukan Ahzab, tentunya semu faktor tesebut telah di rencanakan oleh allah, maka faktor penentu yang utama adalah kehendak allah jika suatu pasukan memiliki segalanya tetapi allah tidak berkehendak maka akan menjadi sia sia belaka.wuallahualam
Read more...
separador

pict

pict

pict

pict

Followers

Translate