Pages

clock

calendar


Riasa Rizky. Powered by Blogger.

Total Pageviews

Tuesday, 31 December 2019

Fun Finger Painting



بسم الله الرحمن الرحيم
bismi-llāhi r-raḥmāni r-raḥīm

Bermain melalui finger painting merupakan aktivitas yang sangat di sukai oleh anak karena aktivitas anak tidak dapat terlepas dari dunia bermain. Bermain yang baik adalah selain untuk entertain juga untuk belajar mengembangkan kemampuan anak.





Anak anak pasti suka mencoret coret, terlebih lagi dengan warna warna cerah dan menarik. Namun terkadang orang tua khawatir akan bahan cat yang digunakan tidaklah aman bagi anak. Terlebih lagi Malika yang belum genap berusia dua tahun terkadang masih suka memasukan benda kedalam mulutnya  oleh karena itu umma pun membuat cat homemade yang insya alloh aman jika termakan oleh anak, jadi tidak terlalu khawatir.


Pagi hari ini ayah berangkat kerja lebih pagi, sehingga umma dapat mempersiapkan bahan cat finger painting dan tidak terlalu repot dengan pekerjaan rumah. Setelah selesai membuat bahan cat umma mengajak malika untuk bermain di luar karena selain lebih menyenangkan juga agar rumah tidak terlalu berantakan. 


Udara pagi hari ini sangat mendukung permainan outdoor, alhamdulillah. Di depan rumah kami terdapat tempat yang cocok untuk bermain, umma tidak terlalu khawatir dengan bahan yang di gunakan karena cat tersebut mudah untuk dibersihkan, jadi tidak mengotori tempat umum.



Benar saja, setalah meletakkan beberapa cat warna warni yang cerah tersebut malika sangat antusias dan "mencicipi" dengan ujung jari telunjuknya. Umma lantas menerangkan kegunaan cat tersebut Malika pun memahami.




Finger Painting ini pada dasar nya kegiatan yang mengoptimalkan gerak jari jari anak melalui kegiatan melukis ataupun menggambar. Beberapa manfaat kegiatan finger painting adalah :

  1. Melatih motorik halus anak, di jari jarinya terdapat sensor halus.
  2. Sebagai media ekspresi anak untuk memilih warna sendiri tanpa intruksi orang tua.
  3. Melatih kreativitas anak sejak dini dengan melukis bentuk dan pemilihan warna.
  4. Mengenalkan konsep warna primer seperti merah, kuning dan hijau.
  5. Menambah kosa kata baru dengan menyebutkan bentuk, warna, tekstur cat.
  6. Meningkatkan kordinasi antara mata dengan tangan.
  7. Mengenalkan tekstur pada anak.
  8. Mengenalkan bentuk bentuk teratur maupun tidak teratur.

Rasa nya sangat senang sekali melihat jari jari kecilnya menari, mengepal, membuka, merasakan tekstur yang cenderung kenyal, lembut. Melihatnya sangat fokus dengan apa yang ia kerjakan, mendengarkan celotehannya di sela sela aktivitasnya, dan mengapresiasi memuji hasil karya si kecil.

Nah untuk membuat adonan cat home made yang aman dan simple, begini cara nya 

Inilah bahan-bahan yang dibutuhkan

- Panci/wajan untuk memasak
- 1/2 cup lebih sedikit tepung beras
- 3 sdm gula
- 1/2 sdt garam
- 2 cup air dingin
- Pewarna makanan
-Spatula atau peralatan sejenis untuk mengaduk
- Tempat penyimpanan kecil


HOW TO MAKE IT?
1. Campur semua bahan bersama di dalam wajan atau panci antilengket berukuran sedang lalu Masak di atas api kecil selama 10-15 menit. Awasi terus dan cegah jangan sampai hangus.

2. Terus aduk adonan calon cat jari anda hingga lembut dan mengental. Mungkin awalnya adonan tidak akan kental, tapi bersabarlah. Cat akan mulai mengental di saat-saat terakhir. Jangan tambah lagi bahan lain bila sudah masuk tahap ini. Bila sudah sepenuhnya mengental, angkat wajan dari kompor dan biarkan adonan mendingin.






3. Tempatkan calon cat ke wadah-wadah kecil yang sudah Anda siapkan. Jumlah wadah bergantung pada berapa banyak warna yang Anda inginkan. Bila Anda tak punya banyak wadah kecil, Anda bisa tempatkan dalam satu tempat besar, lalu masukkan dalam cetakan es batu, dan warnai, sesaat sebelum digunakan.



4. Beri beberapa tetes pewarna makanan. Anda bisa membeli pewarna makanan untuk rainbow cake. Bila menggunakan cetakan es batu, cukup satu tetes di tiap kotak. Cobalah mencampur warna. Contoh, biru dan kuning bisa menghasilkan warna hijau, merah dan kuning bisa menghasilkan warna orange. Aduk warna ke adonan cat untuk memastikan tingkat kekuatan warna.




5. Tutup dan simpanlah untuk proyek-proyek menyenangkan yang akan datang.
Mudah dan menyenangkan bukan...
Selamat mencoba.

Sumber : Republika.co.id


Ya alloh bimbing, bantu kami...
Read more...
separador

Sunday, 22 December 2019

Surga dan neraka I




Saat ini Malika berusia dua tahun kurang satu bulan, di usia nya sekarang banyak perkembangan yang terjadi pada dirinya. Pada umum nya Batita di usia dua tahun memiliki atau memahami sekitar 50 kosa kata, namun dengan kosa kata yang minim ini, batita sudah bisa di perkenalkan tentang konsep surga dan neraka melalui dialog sederhana.


Berawal dari Umma Malika yang sedang menghafal hadis beserta artinya, Malika sedang duduk mendengarkan. Dalam hadis tersebut terdapat kata surga dan neraka "paradise and hellfire", lalu Umma Bertanya pada Malika ;

Umma : do you know what is hellfire ?
(Malika hanya diam memperhatikan)
Umma : hell fire is a hot place !
Malika : fire hot..
Umma : yes, very hot and dangerous !
Malika : Dangerous ! (Bahasa batita)
Umma : dont go to hellfire, its hot and dangerous... Hiiii
Malika : hiiiiii hot !
Umma : do you want to go to hellfire ?
Malika : noooooo !

Sebelumnya malika selalu di perkenalkan api dengan melihat kobaran api ketika ayahnya membakar sampah dengan melakukan dialog.

Berlanjut dengan dialog tentang surga ( paradise )

Umma : in paradise, malika can eat alot of fishes.
Malika : fishh.... !
Umma : yes, malika can eat alot of fishes and drink honey.
Malika : drink honey ... !!!
Umma : paradise is nice... Do you want to go to paradise ?
Malika : yukkkkkk !!!!


Pada hari ini malika masih bertahap tentang perbedaan surga dan neraka sesuai kadar kemampuanya. 
Tips memperkenalkan surga dan neraka pada anak usia 2 tahun ;

Neraka :
1. Kenalkan konsep api, bicara tentang api.
2. Ajak anak melihat kobaran api secara langsung.
3. Pahamkan pada anak bahwa api adalah sesuatu yang sangat panas, mengerikan dan sesuatu yang harus dihindari.
4. Kenalkan pada anak ada suatu tempat untuk orang yang tidak mau beribadah bernama neraka yang berisi kobaran api.

Surga :
1. Kenalkan pada anak terdapat suatu tempat yang indah dimana ia bisa menikmati makanan yang ia sukai, contoh ( ikan, buah, sayur, coklat dsb) dan minuman favoritnya, contoh (madu, susu)
2. Berikan pertanyaan pada anak untuk mengetahui apakah ia sudah memahami.



Ya alloh bimbing kami, bantu kami....
22/12/19

Read more...
separador

Saturday, 19 October 2019

Light Festival Tangerang




بسم الله الرحمن الرحيم
bismi-llāhi r-raḥmāni r-raḥīm

"Light Festival with Dancing Fountain Hadir di Tangerang" begitulah kira-kira sekilas informasi yang di baca dari sosial media. Hingga dua hari kemudian kami memutuskan untuk pergi ke acara tersebut.

Perjalanan yang kami tempuh kurang lebih satu jam. Berangkat pukul 17:10 dan tiba disana sekitar pukul 18:30. Selain karena perjalanan yang padat, lokasi festival tersebut lumayan jauh dari tempat tinggal kami.


Festival ini di adakan di belakang mall Balekota Tangerang. Dilihat informasi di instagram penyelenggara, ternyata  festival ini semacam pertunjukan road show yang menyelenggarakan di berbagai kota. Pertunjukan di Tangerang di mulai dari tanggal 5 Oktober sampai 11 November 2019.


Saat tiba disana, kami langsung membeli tiket untuk dua orang. Harga tiket weekday sebesar Rp.20.000 sedangkan weekend Rp.25.000. setelah membeli tiket kami memasuki area festival. Lapangan yang digunakan cukup luas, sekitar lapangan seoak bola. Kontur tanah nya sebagian ada yang berbatu dan ada yang di tutupi rumput pendek kering. 


Berbagai bentuk bunga dan pohon beraneka jenis dan ukuran menyambut pengunjung, di tambah bunga tersebut full LED light. Tak hanya tanaman namun terdapat berbagai hewan yang di buat dari semacam lampion di suguhkan. Hewan-hewan tersebut berukuran besar. Di sudut area terdapat bangunan mirip istana berwarna kuning. 







Festival ini dibuka mulai pukul 16:00-22:00 sedangkan weekend dari pukul 16:00 - 23:00. LED decoration,  garden light, karakter lampion dan berbagai wahana sangat di minati warga, terbukti saat weekday pun banyak yang berkunjung. Wahana yang di tawarkan adalah trampolin untuk anak dan dewasa, dancing fountain dan hot air balloon. Tiket untuk bermain trampolin sebesar Rp. 30.000




Dancing fountain adalah seperti pancaran air  atau air mancur yang seolah menari, terletak di sudut kanan area, namun akan tetap terlihat saat pengunjung memasuki area festival. Dancing fountain di mulai setiap pukul 19:15, 20:30 dan 21:30. Air mancur tersebut menari seirama dengan lagu yang di putar, tentu di lengkapi dengan lampu warna warni yang berubah warna. Cukup mengesankan. Terdapat tiga lagu yang akan di putar jadi pertunjukan dancing fountain berlangsung sekitar 30 menit. Ketika Dancing fountain berlangsung, seluruh perhatian pengujung tertuju pada kolam air mancur tersebut.









Setelah menikmati dancing fountain pengunjung dapat menikmati wahana hot air ballon. Balon berukuran besar dengan parasut warna warni ini terbang ke udara sekitar 50 meter. Pengunjung akan di bawa terbang selama 10 menit menikmati kota tangerang dari ketinggian. Harga untuk satu tiket nya sebesar Rp. 75.000.






Di area ini juga terdapat foodcourt yang menjual berbagai makanan dan minuman di dalam area dengan tenda tenda kecil. Untuk pengunjung tidak usah khawatirt kelaparan atau haus karena sudah tersedia tempat makan yang rapih dan tertib. 


Musim kemarau panjang yang terjadi sekarang sangat cocok untuk mengadakan pertunjukan ini, karena konsep nya berada di outdoor terlebih lagi dengan adanya balon udara dan dancing fountain. Dalam festival ini juga tertib karena tidak banyak penjual penjual makanan atau pernaik pernik pinggiran seperti di pasar malam, salah satu hal yang membuat pengunjung cukup nyaman. Namun kesan kami di festival ini kurang ada nya lampu sorot atau lampu kerlap kerlip yang diharapkan mampu menambah meriah suasana, karena lampu yang ada di festival ini masih statis. Hanya saat pertunjukan dancing fountain saja lampu menjadi dinamis. But over all, dengan harga tiket sekitar 20.000 cukup worth it bagi pengunjung untuk datang selain karena wahana dancing fountai pengunjung juga sepuasnya dapat berfoto dengan latar yang menarik.
Read more...
separador

Tuesday, 8 October 2019

Setiap tetes Kasih Berlandas Iman Untuk Generasi Rabbani





Setiap muslimah memiliki fitrah untuk melahirkan. Sebuah jihad tertinggi, proses yang begitu agung dan menjadikanya layak untuk dihormati dari pada Ayah. Proses tidak berhenti disitu, Setelah makhluk nan suci di lahirkan dari rahim Ibu, maka Ibu berkewajiban untuk menyusi anaknya. 


Bayi membutuhkan asupan dari sang Ibu berupa ASI. Asupan ajaib yang Alloh anugrahkan ini tidak ada yang mampu menyamai apalagi menandingi kualitasnya. Dalam Al Quran menyusui secara sempurna dilakukan selam anak berusia  dua tahun (2:233) selama itu pula anak masih membutuhkan ASI sebagai asupan terbaik.

Menurut artikel dari Kementrian Kesehatan terdapat manfaat bagi bayi dan Ibu, diantaranya : 

  1. ASI dapat mengurangi tingkat depresi pada ibu.
  2. ASI meningkatkan tubuh bayi.
  3. ASI membantu mempererat ikatan emosional bagi ibu dan bayi.
  4. ASI membuat anak lebih cerdas.
  5. ASI mengurangi obesitas.
  6. ASI menjadikan anak-anak berperilaku baik.
  7. Nutrisi ASI membuat otak anak berkembang secara sempurna.
  8. ASI membantu ibu menurunkan berat badan.
  9. ASI mengurangi resiko kangker pada Ibu.
  10. ASI menghemat anggaran keluarga.

Begitu banyak manfaat ASI bagi Ibu dan bayi, dan pasti masih banyak manfaat lainya. Alloh SWT menganugrahkan secara gratis, oleh sebab itu jangan lewatkan proses menyusui ini dengan sia-sia.

Berilmu lah wahai ibu, karena produk yang diberikan kepada alloh SWT berupa bayi dan ASI tidaklah ternilai harganya. Ibu harus mengetahui pengetahuan dasar laktasi. Seperi pelekatan yang benar, pemicu kuantitas ASI dll. Jangan lupa untuk terus meminta petunjuk kepada Alloh SWT supaya di mudahkan dalam tugas laktasi. dari itu semua, terdapar Hal yang paling mendasar dan penting. Ibu harus tau apa tujuan utama ia memberikan ASI kepada bayi. Apakah karena manfaat yang ada pada ASI ? Apakah karena merasa kasihan ?  apakah karena insting keibuan ? Lalu apa beda nya dengan hewan yang menyusi anak nya ?


Mari kita renungi sejenak, karena tujuan atau niat dari tugas kita inilah yang akan menjadikan sebuah amalan di terima oleh Alloh.

Wahai para Ibu yang mulia, tanamkan dalam qalbu tujuan utama kita menyusi adalah karena perintah Alloh ta'ala, karena taat nya kita pada Nya. Adapun segudang manfaat ASI adalah bonus yang Alloh SWT berikan kepada kita dan Bayi.


Ketika landasan keimanan telah kuat kita tanamkan dari  tujuan dari menyusui, maka proses menyusi pun harus menyesuaikan dengan tujuan awal. Doa kan sang bayi ketika kita sedang menyusui nya, minta keberkahan, perlindungan kepada Alloh SWT dari godaan syetan. Berharap kepada Alloh SWT agar sang anak kelak menjadi hamba yang selalu beribadah dan mentauhidkan Alloh SWT. Membacakan ayat-ayat quran selain sebagai menstimulasi sang anak juga bisa merekatkan ayat-ayat Alloh SWT sejak dini kepada anak. Ulangi ulangi dan terus mendoakan anak, semoga alloh mengabulkan.


Mengingat kembali betapa indahnya moment ketika sang bayi menyusu kepada Ibunya, hal yang dapat mengikat emosional yang kuat bagi Ibu dan bayi. Skin to skin contact yang dilakukan merupakan sesuatu yang mahal. Mengusap rambut pendek sang bayi, ketika tangan kecilnya memegang jari Ibu, melihat kuping dan matanya yang hanya terligat sebelah saat menyusu, pipi gembulnya yang bergerak gerak saat menyusu, bibir mungil yang seolah tak lelah untuk menghisap. Saat mata polosnya beradu pada mata sang ibu, saat ia memperhatikan gerakan bibir Ibunya yang berbicara pada nya, saat melihat rambut ibu nya yang berayun, sesekali bayi tersebut berhenti sejenak dan mengembangkan senyum tanpa deretan gigi. Maa sya Alloh sebagai ibu pasti merasakan kebahagian yang luar biasa.


Terkadang bayi menangis bukan karena dia haus atau lapar, ia hanya ingin di peluk sang Ibu, merasakan dekapan yang nyaman dan hangat, di timang-timang seperti saat ia masih dalam kandungan. Sering kali kenyamanan tersebut yang membuat nya tidur terlelap. Untuk itu saya type Ibu yang tidak setuju dengan perkataan kebanyakan orang "Jangan sering-sering di gendong, nanti bayi nya bau tangan" Insya alloh penjelasan lebih dalam di artikel selanjutnya.


Proses laktasi ini banyak sekali drama drama yang terjadi pada ibu dan bayi. Di perlukan kesabaran untuk menjalankan setiap momen nya. Mulai dari merasakan nyeri saat asi di produksi, baju yang sering basah karena remebesan ASI, begadang, kurang tidur, puting lecet dll. Drama tersebut terkadang membuat Ibu merasa letih baik fisik maupun mental. Di butuhkan peran orang-orang sekitar, terutama peran suami.



Peran suami tak kalah penting dalam membangun generasi Robbani dari proses penyusuan. Untuk para suami, bantulah istri mu dengan rejeki yang di dapatkan, pastikan makanan dan rejeki yang didapat adalah halal dan toyib. Karena asupan yang mengalir di dalam tubuh ibu juga akan mengalir ke tubuh bayi. Anak yang tubuhnya di berikan asupan yang halal dan toyib sejak ia berada dunia, akan mempengaruhi tumbuh kembangnya. Selain itu, para suami hendaknya menjadi hormon booster bagi sang Ibu. Memberikan perhatian, kasih sayang, bantuan untuk mengurus rumah atau sesekali belikan makanan kesukaan sang istri dan hal-hal kecil yang mebuat Ibu bahagia. Kebahagian sang ibu dapat meningkatkan hormon oksitosin yang ada dalam tubuhnya dan berpengaruh terhadap kuantitas ASI.

Wallahualam bishawab.

Read more...
separador

Sunday, 6 October 2019

Tragedi Berdarah di Wamena, Bumi Cendrawasih




Akhir-akhir ini papua memang sedang bergejolak, kerusuhan di wilayah-wilayah tertentu menjadi bahasan yang menarik untuk di renungi. Menteri POLHUMKAM, Wiranto, menjelaskan penyebab kerusuhan yang terjadi dan menyebabkan puluhan orang meninggal serta korban luka-luka adalah karena gerakan sparatis papua yang ingin meunjukan eksistensinya serta ada kaitanya dengan sidang PBB.

Bentrokan tersebut berawal dari adanya isu di Wamena, seorang guru yang mengeluarkan kata-kata rasis sehingga mereka melakukan aksi solidaristas. Namum kapolda Papua mengatakan bahwa isu tersebut tidak benar.


Bentrokan yang terjadi di Wamena menyebabkan terbakarnya sejumlah ruko, kios milik masyarakat, kantor PLN, kantor Bupati dan tempat-tempat lainya. Ribuan Warga pendatang pun di pulangkan ke wilayah masing-masing akibat kerusuhan ini. Akibatnya mereka juga mengalami terauma karena pembunuhan yang sadis.


Menurut peneliti  lembaga Ilmu penelitian Pengetahuan Indonesia (LIPI) akar masalah yang timbul dari rentetan permasalah yang sedari dulu tidak kunjung selesai adalah sejarah, suku, ekonomi dan pelanggaran HAM. Masalah inilah yang sering merembet kepada masalah lain seakan konflik tidak pernah usai, terlebih masalah kesukuan yang sering dan rentan menjadi pemicu.


Bhineka Tunggal Ika "berbeda beda namun tetap satu jua" yang menjadi semboyan bangsa seakan gagal menjalankan fungsi nya. Terbukti konflik SARA sering kali terjadi. Belum lagi dalam konflik Papua ini, intervensi asing sangat kuat, terutama AS. Hal yang tidak dapat dipungkiri pihak asing terus mengengam Papua, sampai mengerahkan sejumlah prajuritnya ke negara Australia dan beberapa pulau di sekitar Papua.


Papua memang seperti mutiara yang tersimpan. Dibalik konflik suku yang sering terjadi, Papua memiliki kekayaan yang tak ternilai. Hasil bumi seperti hasil laut, hasil pertanian, hasil hutan maupun hasil tambang hingga saat ini kekayaan tersebut tidak ternilai. Belum lagi sektor wisata yang juga berpengaruh dalam pemasukan ekonomi. Negara yang berbasis pegunungan tersebut masih menyimpan potensi Kekayaan yang belum ditemukan.


Selain hasil alam yang dimilikinya, wilayah papua juga sangat mahal untuk berbagai kepentingan, geostrategi dan geopolitik. Papua di apit oleh dua samudra besar yaitu samudra Pasifik dan samudra Hindia, juga diapit oleh dua Benua yaitu Asia dan Australia. Budi Susilo Soepanji ( mantan gubernur LEMHANAS ) mengatakan posisi silang ini dikenal dengan posisi silang maut ('Das Totenkreuz') karena selain dapat menghasilkan kejayaan yang besar di sisi lain juga rentan terhadap konflik.



Masalah yang rumit dengan adanya pihak-pihak kepentingan yang juga menyulut konflik. Islam agama yang sempurna, masalah yang ada saat ini adalah pengulangan masalah masalah yang ada pada sejarah. Islam sebagai agama yang juga mengatur kenegaraan memiliki figure sempurna yang patut di teladani. Di awali dengan hijrahnya Nabi SAW ke Madinah, meleburkan masyarakat majemuk muslimin menjadi satu, masyarakat yang plural di kumpulkan dalam satu wadah kemaslahatan. Dimulai dengan mempersaudarkan sahabat-sahabat ansor, persaudaraan yang dilandaskan keimanan hakiki bahkan ikatanya kuat melebih apapun. Sehingga persauaraan ini juga di rasakan oleh kaum musyrikin Madinah.


Dikutip dari buku "Manhaj Haraki Dalam Sirah Nabawiyah" karangan Syaikh Munir M. Ghadhban, merekam secara jelas, bagimana cara rosul SAW menyelesaikan masalah ke sukuan dalam masyarakat. Peristiwa itu terjadi saat Abdullah bin Ubay sebelum masuk islam, melakukan hal yang membuat kaum muslimin marah. Terjadilah huru hara di antara kaum muslimin dan yahudi serta kaum musyrikin hingga emosi memuncak. Rosul SAW meredakan emosi mereka agar bisa kembali tenang.


Inilah bentrokan pertama kaum Muslimin dengan kaum musyrikin di Madinah. Sekiranya Rosul membiarkan masalah ini di tangani kaum Muslimin sendiri, pasti akan terjadi pertempuran yang dahsyat. Rosulullah SAW memperingatkan golongan penyembah berhala untuk mengangkat senjata untuk kaum muslimin untuk tidak meneruskan langkah mereka. 


Rencana kaum Quraisy sebagai pihak luar yang ingin mempengaruhi kaum musyrikin di Madinah agar menumpas Rasul SAW dan pengikutnya telah gagal. Ternyata kedua belah pihak meletakkan senjata mereka masing-masing. Kedua belah pihak telah mengakui perbuatan mereka yang akan berakibat kepada sanak saudara sendiri.

Saat ini konflik Papua "berhasil" mengusir masyarakat yang berasal dari wilayah lain akibat dari kelalaian pemerintah pusat yang seolah tidak cepat tanggap menetralisir masalah ini hingga lebih luas. Bahkan masalah yang terjadi Papua sekarang, belum di tetapkan sebagai bencana Nasional, dimana hanya pihak wilayah Papua yang berusaha meredam konflik.


Begitulah sebaiknya seorang pemimpin menyelesaikan masalah. Masalah yang timbul di tengah masyarakat yang berbeda namun dalam suatu wilayah. Butuh pemimpin yang bijak dan lembut untuk menyetuh hati masyarakat yang memiliki keyakinan yang berbeda. Apalagi dengan intervensi luar yang kuat, sebaiknya pemerintah menyelesaikan masalah Wamena Papua dari dalam, dialog langsung oleh pemimpin bukan di selesaikan sendiri oleh masyarakat, di persaudarakan, lontarkan rasa kebangsaan dan nasionalisme, atau membela golongan lemah yang sedang di dzholimi asal tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Wallahualam bishawab
Read more...
separador

Friday, 27 September 2019

Asap Kapitalisme Menyesakkan Nafas Negeri Penstabil Atmosfer



Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung di Sumatra dan Kalimantan. Sejumlah kota diselimuti kabut asap. Di Pekanbaru, Tarakan, kabut asap semakin parah. Di Palembang, bahkan telah memakan korban jiwa. Ini hanya secuil dari kota-kota yang belakangan ini memiliki kualitas u

dara berbahaya akibat kabut asap yang berhulu dari kebakaran hutan dan lahan.

Musim kemarau yang berlangsung sekian lama telah di manfaatkan oleh para mafia lahan. Kasus ini sudah berkali kali terjadi tanpa adanya perbaikan.

Kasus kebakaran ini sangat ironis bagi Indonesia. Negara kita ini di kenal sebagai negeri paru-paru dunia. Bukan tanpa alasan seluruh dunia menyebut indonesia sebagai negara yang berandil sebagai paru paru dunia.

Indonesia adalah negeri yang memiliki kekayaan hutan hujan tropis dan memiliki curah hujan yang tinggi.



Alloh memberikan begitu kenikmatan yang melimpah di Indonesia, yang tidak di miliki oleh sekian banyak negara negara di penjuru dunia. 

Dengan hutan hujan tropis ini, Indonesia memiliki keaneka ragaman hayati. Flora dan fauna yang ada begitu berguna bagi seluruh aspek kebutuhan manusia, Aspek ekonomi,  farmasi, sosial budaya, bahkan politis. Sebagai salah satu "pabrik penghasil" oksigen inilah hutan-hutan di Indonesia mampu membantu menstabilkan atsmofer dunia.

Namun ternyata kenyataan tersebut bukanlah hal yang membuat rakyat kita bersyukur dengan menjaga dan memeliharanya. Inilah kenyataan pahit dimana karunia yang telah di berikan oleh Alloh secara gratis namun di sia siakan secara brutal atas nama kepentingan semata. 



Sejatinya kebakaran ini tak bisa dilepaskan dari sistem kebijakan yang menanungi negeri ini. Kondisi kebakaran hutan dan lahan yang berimbas ke ranah domestik hingga luar negeri menyebabkan pemerintah Indonesia terpojok. Lambatnya respon dan penanganan dari pemerintah pusat telah membuat korban kabut asap menjadi jengah.

Inilah musibah sistemis ideologis. Dan ternyata akarnya memang ideologis. Yakni ideologi kapitalisme liberal yang meyakini bahwa distribusi barang dan jasa yang terbaik adalah yang menyerahkan semuanya pada mekanisme pasar.



Negara hanya berperan sebagai regulator, sedangkan sisanya menjadi tanggung jawab swasta. Tentu swasta yang hanya berorientasi kepada uang tidak memikirkan berbagai dampak kerusakan lingkungan dan juga banyak memakan korban.

Selain menjaga tumbuh-tumbuhan, hewan juga makhluk Allah yang memiliki hak-hak. Dikisahkan dari riwayat Imam Muslim, Abu Hurairah pernah mendengar cerita Nabi SAW, sesungguhnya pernah ada seekor semut menggigit salah seorang nabi.

Nabi tersebut lalu menyuruh untuk mendatangi sarang semut dan dibakarnya. Rupanya, sikap nabi itu tidak sesuai. Allah kemudian menurunkan wahyu kepadanya, "Apakah hanya gara-gara seekor semut menggigitmu lantas kamu akan membinasakan suatu umat yang selalu bertasbih?"

Kisah serupa dituturkan Abdullah Ibnu Mas'ud, ketika para sahabat berjalan bersama Rasulullah. Mereka melewati sebuah sarang semut yang telah dibakar. Rasulullah marah dan bersabda, "Sungguh tidak pantas manusia menyiksa dengan azab Allah SWT."

Mengapa manusia begitu keji memberantas tumbuhan yang bahkan dari pepohononan tersebut mereka bisa bernafas dengan bebas. Menghirup oksigen yang segar. Tidak kah manusia juga tahu, bahwa pohon-pohon yang mereka hanguskan tersebut juga bertasbih kepada Alloh. 

Kebakaran hutan yang terjadi saat ini akan terus berulang jika sistem negeri kita masih mengusung sistem yang bertumpu pada Sistem kapitalisme yang akan terus memakan korban-korban. 
Read more...
separador

Wednesday, 23 August 2017

True Story From Muslim Albanian


"Don't build mosques, build schools ! We need education not arabization"...

I don't know since when my beloved country Kosovo with 96% of Muslims,has started to feed anger and hatred against Islam in such a scale as they see Islam like an Arab culture and not like the most beautiful religion on earth in the back in time, my country has accepted Islam during 12th century, while long caravans of trading passed through our lands. Than after Ottoman Empire came and invaded us, Islam started to spread really fast. Majority of Albanians refuse to admit but, Islam was the religion that took them away from the darkness of ignorance.

After the fall of the Ottoman Empire, Kosovo was invaded by the Slavic nation Serbia. For around 90 years we were occupied by this violent nation who, forced Albanian Muslims to leave their lands and go to Turkey, just because we were Muslims and Europe had to wipe out every single Muslim. It didn't matter if these Muslims were autochthonous in these lands before ancient empires founded. Those left Albanians in my little Kosovo, during these years of invasion and occupation, had been threatened, tortured, killed, and persecuted for practising Islam. This nation installed fear in Albanians lives, such as fathers were afraid to follow Islam to their kids, out of fear that serbian police might found out about them practising and kill every single member of their family. After World War 2, Slavic nations like Serbia, Slovenia, and Croatia founded the "Yugoslavia". Under Serbia occupation, Muslim Albanians couldn't practice Islam, teach others about Islam and, whoever tried to do so, they were arrested, tortured, and threatened. Lots of Muslim Albanians practiced Islam secretly, others who were more afraid of enemy than Allah, stopped practicing and following Islam to their children. Under socialist communist rule, Islam started to fade away. When Kosovo's war occurred in 1999, thousands of Albanians (majority Muslims), were forced to leave their homeland, were killed, slaughtered, rapped, and even burned alive. Young, old, men and women, children, even babies. Muslim Albanians eyes were on Muslim countries. Waiting for help, waiting for intervention, waiting for something that could stop all those massacres. No Muslim country heard our cry for help. Was the U.S.A who saw what was happening in Kosovo and didn't want to pretend like nothing is going on. They sent their war airplanes, bombed Serbia, and with Allah's will, permission and help, gave to Albanians their freedom.

After war, majority of Muslim Albanians were upset, sad, and felt abandoned by our Muslim brothers of other countries. They knew what was going on, but chose to remain silent and neutral while lots of Muslim lives were unjustly taken by serbian military forces. Islam started to fade away even more. Other Christian/Catholic countries used this opportunity and started to preach their religion. Albanians started to feel inferior towards Islam. When 9/11 occurred, Albanians of Kosovo started to have doubts and fear of Islam. Lots of foreign non Muslim organization, were sent here masked like tourists and workers, but their job was to brainwash Albanians who were already emotionally hurt from war and from Muslim countries who didn't care about us. Those who followed the Sunnah of our Prophet Sal'Allahu Aleyhi wa Salam, and grew their beards, those who covered and wore Hijab for Allah's sake, those who prayed, fasted, read Qur'an were tagged as extremists, terrorists, and, they were called "Arabs" non Albanians. As years passed lots of young Muslim Albanians went to study Islam in Saudi Arabia and other Muslim countries. When they came back, started to teach Islam to our youth. Generations who were born and raised on Communism didn't like when our youth started to practice Islam. It had cases when parents fought with their children because they started to pray, go to Majid, fast, talk about Islam and spread Islamic knowledge. Kosovo is a secular state with majority of Muslims. As youth was being guided to Allah's straight path old generations stood against them. Lots of Hijabi girls were not allowed to continue their school. Girls who came half naked were allowed to go to school dressed in the most provocative ways but, girl who covered not. One day on news I heard that our Parliament wanted to lower Adhan sound all around Kosovo. Lots of Muslims stood against this senseless act. The hate that Muslim Albanians had for Islam was something that broke my heart. Our minority of catholics never took a step against any Islamic activity. In my country boys have it easier to learn everything abouts Islam, because they gather on Majid and the imam gives lectures to them, teach whoever wants to learn Qur'an letters, how to read and recite. As for girls it is pretty hard to find a female teacher who could teach them Arabic letters, how to read, write, recite Qur'an, how to behave like a Muslimah. Majority of Imams wives they know Arabic, but they never took the initiative to organize courses for girls who want to learn. This lack of interest to spread Islam from Muslims who have studied Islam, made this religion fade away and not taken seriously. What concerns me a lot, is the way Hijabi girls and women look and judge other girls who are Muslims but yet didn't take the step to cover. I have some neighbors who wear Hijab, my dentist is a Hijabi but these girls and women I know are the most amazing people I ever met. They don't judge you, they are kind, warm and always ready to answer any question you have about Islam. On the other side, most of Hijabi girls/women are pretty judgmental. I don't know were they take the right to judge you, to look you in a way you feel like you're the lowest kind of creature. Some even dare to say that if you pray, fast, read Qur'an, but you are not covered, none of your deeds are not accepted, you are going straight to Jahannam.

These kind of people are taking others far away from Islam. 
As I mentioned up, Kosovo is a secular country. Public and private institutions, companies, businesses whom you work on, they don't give you "Salah break". You only have lunch break for 20 to 30 mins and during that time is up to you how you spend it. Or you have lunch, or you skip lunch and pray. But even if you want to pray, first there's no place were to take wudu except on toilets (who majority of them are not clean enough), than second,you don't have a place to pray. Working schedules are from 8 to 12 hours with a low salary. If you don't have conditions to pray at work, you'll be missing lots of salah whom you will have to pray after you come home from work. 

This beautiful religion changed my life. I am a born Muslim who started to pray just 3 years ago. An Albanian saying says : Better later than never ! Allah Subhanahu wa Ta'Ala guided me, and honored me. My parents are born Muslims, their parents, grand parents and grand grand parents as well but, my parents don't pray, fast, read Qur'an, or know anything about Islam. Their parents took them to Masjid when they were kids, but as kids are immature, they joked and made fun so my grandparents never took them again to Masjid and gave up immediately. So my parents grew up knowing nothing about Islam and they never were interested to get to know and learn. I grew up in a family who didn't practice Islam but, Alhamdulillah Allah sent me pious friends who were non stop talking to me about Allah, Islam, our beloved Prophet Sal'Allahu Aleyhi wa Salam. One day I took the first step towards Allah. As an Albanian I found hard to memorize Arabic surah of praying but Allah is The Greatest ! For a short period of time I memorized them and started to pray. I changed a lot Alhamdulillah. My parents didn't expected good this change. They were ashamed to tell people that I started to pray and became religious. When I mentioned Hijab and covering, my own mother threatened me that if I cover with Hijab she's going to torn my Hijab while I'll be sleeping. "You can cover only if you live on your own house, or at your husband's house. Not in my house !" -I remember she made it clear to me. As for my father he is against anything that has to do with Islam. I thank Allah that they didn't stop me from praying. Our youth day by day is getting to know more about Islam Alhamdulillah but we still are facing hardships and obstacles. Even though 96% Muslims, I can say that maybe only 10-15% of our population are religious. Who is to blame ? We Albanians say : "The guilt is orphan" , no one wants to take it. In Shaa Allah things are going to change in the future and, I hope and pray that Muslim Albanians see Islam as a beautiful religion that it was sent to lead and guide them to Allah's straight way, and not like an "Arab culture". 

May Allah guide and lead all misguided and misleaded Muslims all around the world.


Read more...
separador

pict

pict

pict

pict

Followers

Translate